Indonesia

Puluhan Motor Balap Liar di Bandar Lampung Diamankan Polisi

Razia tersebut menjaring lebih dari 70 motor beserta pengendaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Kerap mengganggu ketertiban di jalan raya dan warga sekitar, puluhan pengendara motor balap liar terjaring razia yang digelar Polresta Bandar Lampung, Ahad (16/2). Beberapa pembalap liar sempat menabrak petugas saat razia berlangsung.

Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung Kompol Reza Khomeini memimpin razia dengan sandi Operasi Cempaka Krakatau 2020. Razia kali ini melibatkan petugas dari Polsek Sukarame, Denpon II/3 lampung, dan Pomal Lampung. “Razia tersebut melibatkan 120 personil gabungan,” kata Kompol Reza Khomeini di Bandar Lampung, Ahad (16/2).

Razia tersebut menjaring lebih dari 70 motor beserta pengendaranya. Mereka beraksi di Jalan Sultan Agung kawasan Wayhalim, Bandar Lampung. Aksi mereka kerap berlangsung dini hari terlebih pada hari libur.

Kompol Reza Khomeini mengatakan, razia digelar rutin setelah banyaknya laporan dan pengaduan dari masyarakat setempat, yang terganggu dengan aktivitas balap liar anak muda. Selain membisingkan bunyi knalpot kendaraan, juga mengganggu arus lalu lintas di seputaran Wayhalim.

Dia mengatakan, puluhan pengendara motor balap liar digiring ke Mapolresta Bandar Lampung. Mereka dimintai keterangan dan juga surat menyurat kendaraan. Pengendara dan kendaraan yang tidak memiliki surat menyurat dikenakan tilang. Sedangkan motor yang tidak dapat menunjukkan surat menyuratnya ditahan di Mapolresta Bandar Lampung.

Kompol Reza mengatakan, razia rutin baik yang bersifat gabungan maupun tersendiri akan tetap digelar. Hal tersebut, untuk memberikan rasa aman dan tertib dalam berlalu lintas, terutama di kawasan pemukiman penduduk.

Menurut Heri, warga Perum Wayhalim, kegiatan balap motor bagi anak muda tersebut sudah berlangsung lama. Mereka terkadang berhenti bila terdapat polisi yang berjaga. Ketika petugas tidak ada, mereka menggelar lagi kebut-kebutan di jalan raya.

“Sepertinya mereka selalu kucing-kucingan dengan polisi. Kalau lagi ada mobil polisi dinas, mereka sepi. Tapi, kalau tidak ada ramai lagi balapan liarnya,” kata Heri yang bekerja sebagai wiraswasta.

Ia berharap kepada polisi untuk tidak berhenti di razia Operasi Cempaka Krakatau 2020. Razia hendaknya digelar rutin, dan selalu menempatkan beberapa polisi, terutama pada hari libur dan hari Ahad. “Kalau tidak ada petugas, pasti ada yang balapan liar lagi,” ujarnya.