Indonesia

Puncak Virus Corona di Indonesia Belum Bisa Diperkirakan

JAKARTA - Jumlah pasien positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia hingga 4 Agustus 2020, sudah mencapai 115.056 orang. Bahkan belakangan tren penambahan kasus baru lebih dari 1.000 dan pernah mencapai 2.000 kasus.

Lalu, kapan puncak pandemi Covid-19 di Indonesia terjadi?

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Syahrizal Syarif mengatakan, puncak dari pandemi Covid-19 di Indonesia belum bisa diperkirakan.

"Ya tidak bisa diperkirakan," ujar Syahrizal kepada Okezone di Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Syahrizal mengibaratkan untuk mengetahui keberadaan puncak, kita harus sedang berada di bagian yang tertinggi. Namun, saat bersamaan harus melihat bagian yang menurun di sisi lainnya.

Dia melanjutkan, di bagian menurun inilah dirinya belum melihat terjadi pada kasus baru virus corona di Indonesia. Sebab menurutnya, belum ada penurunan kasus corona secara stabil minimal 14 hari.

Baca Juga : Satpam hingga ASN Terjaring Razia Masker di Jabar

"Bagian yang menurun belum kelihatan, juga harus konsisten. Minimal 14 hari," ujarnya.

Baca Juga  : Mayat Perempuan dengan Tangan Terikat-Mulut Dilakban Ditemukan di Apartemen Margonda Depok

(erh)

Football news:

Valery Karpin: Rostov, having scored a goal, got hooked psychologically, stopped pressing. In the End, there were no forces
Glebov received a red card for a foul on a Maccabi player in midfield. Var on match no
Aaron Ramsay: Under Pirlo, Juve players have more fun
Aubameyang on the decision to stay at Arsenal: Arteta is a key factor. He said: You can create a legacy here
You will get high from Rostov's goal as from your favorite song. Shomurodov from the fly in touch closed a crazy pass Normann 40 meters
Valery Karpin: Maccabi is a playing, pressing team. It is very dangerous to let her do everything
Barcelona will make one last attempt to sign Lautaro