logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Raih Asian of The Years 2019, Stafsus: Ini Sentilan Bagi yang Suka Nyinyirin Jokowi

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan penghargaan Asian of The Year 2019 dari The Straits Times. Jokowi dipilih karena karakter dan kepemimpinannya yang berpengaruh bagi Indonesia dan sekitarnya, serta berbagai prestasi yang telah ditoreh mantan Gunernur DKI Jakarta itu.

Di kategori itu, Presiden Jokowi merupakan orang Indonesia pertama yang dianggap memperoleh penghargaan tersebut. (Baca juga: Jokowi Raih Asian of The Year Strait Times, Istana: Pengakuan Prestasi Kerja)

Staf Khusus (Stafsus) Presiden Jokowi, Diaz Hendropriyono menilai penghargaan yang diterima ini bisa menjadi sentilan atau peringatan bagi masyarakat Indonesia yang sering "nyinyirin" Jokowi.

"Kita harus ingat bahwa prestasi beliau sudah diakui di dunia internasional. Presiden kita dibanggakan di luar negeri, tapi di dalam negeri, apapun yang dilakukan Presiden, masih banyak yang buat gaduh. Ini tidak baik," ujar Diaz kepada SINDOnews, Minggu (8/12/2019).

Menurut Diaz, Editor The Straits Times melihat Presiden Jokowi menjadi sosok pemersatu di tengah perbedaan atau dinamika politik yang terjadi. Selain di dalam negeri, Presiden Jokowi pun semakin memperkuat di posisinya di level global.

"Sudah sepantasnya lah, kita semua bangga untuk penghargaan ini," kata pria yang juga menjabat Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu. (Baca juga: Jokowi Dinobatkan Tokoh Asian of The Year, Prabowo: Luar Biasa)

Diketahui, selain Presiden Jokowi, pemimpin negara lain yang pernah memenangkan award ini di antaranya adalah Lee Kuan Yew, Perdana Menteri Singapura; Xi Jinping, Presiden Republik Rakyat Tiongkok dan Narendra Modi, Perdana Menteri India.

(kri)

Themes
ICO