Jakarta (ANTARA) - PT Rekayasa Industri (Rekind) BUMN bidang Engineering, Procurement, Construction and Commisioning (EPCC) bersama Jo Hyundai lolos dalam tender proyek Pembangunan Pusat Produksi Olefin dan Aromatic milik PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

"Kami bersyukur proses tendernya berjalan lancar, bersih, sesuai dengan harapan kita bersama. Sehingga proyek bisa segera terealisasi dan Rekind kembali berkarya dalam pengembangan perekonomian bangsa," ujar SVP Corporate Secretary & Legal PT Rekind Edy Sutrisman melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Dikatakannya, Jo Hyundai Enginering, di mana Rekind termasuk di dalamnya dan Konsorsium Technip lolos sebagai penawar terbaik secara administratif, teknikal dan komersial dalam proses tender Proyek Strategis Nasional tersebut.

Baca juga: Rekind dukung program ketahanan pangan warga Jakarta

Proses tender ini merupakan bagian dalam upaya untuk segera mewujudkan harapan pemerintah Indonesia menekan angka impor Migas.

Proyek dengan investasi senilai Rp50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex itu akan memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton per tahun, Low Density Polyethylene (LDPE) sebanyak 300.000 ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600.000 ton per tahun.

Menurut Edy Sutrisman, keterlibatan Rekind dalam proyek TPPI, bukan baru kali ini, sebelumya, pada awal Juni 2020, Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) itu juga terlibat dalam pengerjaan EPCC yang fokusnya bagi pembangunan 5 Tanki Produk milik PT TPPI di Tuban, Jawa Timur yang ditargetkan selesai pada 2 Desember 2021.

Dalam proyek ini Rekind merupakan single entity (tidak berpartner) dan berperan sangat strategis untuk bidang EPCC. Tangki yang dibangun meliputi 3 unit Tangki Mogas dengan kapasitas masing-masing 40.000 meter kubik, dengan diameter mencapai 63.8 meter dan tinggi 14.95 meter.

Baca juga: REKIND antarkan sejumlah proyek strategis capai target saat COVID-19

Kemudian, 1 unit Tangki Paraxylene dengan kapasitas 38.000 meter kubik,


diameter 62 meter dan tinggi 14.95 meter serta 1 unit Tangki Sweet Naphtha dengan kapasitas 15.200 meter kubik dengan diameter 39.3 meter dan tinggi 14.95 meter.

"Kami patut berbangga karena Rekind bisa berpartisipasi langsung dalam menciptakan ketahanan energi nasional. Hal ini sejalan dengan pengalaman dan kompetensi Rekind di bidang petrokimia khususnya dalam membangun Tangki Produk milik TPPI," katanya.

Dengan sinergi yang kuat antarkedua perusahaan ini, tambahnya, diyakini tidak hanya mampu memacu produksi, tapi juga dapat meningkatkan peran pelaku industri agar dapat menciptakan pasar yang lebih besar bagi produk petrokimia.

Harapannya, dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus memperbaiki current account defisit.

Di bidang petrokimia, Rekind telah membangun rangkaian 9 pabrik pupuk di Indonesia dan 2 pabrik di regional Asean, yakni pabrik gula terpadu serta bioenergi (pabrik bioethanol, methanol dan biodiesel).

Pewarta: Subagyo
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020