Anak itu agak depresi dan pernah kena pelecehan secara seksual oleh seseorang

Jakarta (ANTARA) - Seorang remaja berinsial ZF (14) penganiaya neneknya sendiri, diduga mengalami depresi akibat pernah mengalami pelecehan seksual.

"Sejak kecil dia diasuh sama neneknya. Anak itu agak depresi dan pernah kena pelecehan secara seksual oleh seseorang," ujar Kepala Seksi Operasi Satpol PP Jakarta Barat Ivand Sigiro di Jakarta, Senin.

Remaja tersebut sempat diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Barat karena atas laporan warga yang khawatir dengan kondisi keselamatan si nenek.

Baca juga: Nenek 64 tahun nyaris tewas dianiaya perampok

Dikatakan, akibat perlakuan tersebut, ZF diduga mengalami depresi yang membuat dirinya tidak sadar melakukan penganiayaan, hingga mengancam untuk membunuh neneknya saat ia tidak terima dimarahi.

"Tapi pada saat sadar, dia sayang sama neneknya. Makanya dia, pas kita bawa, neneknya bilang jangan, akhirnya kita buat surat perjanjian," kata Ivand.

Ivan menjelaskan, emosi ZF tersulut lantaran tak terima ditegur neneknya yang meminta ZF dan teman-temanya untuk tidak berisik di dalam rumah.

Baca juga: Polresta Bekasi tangani penganiayaan nenek oleh cucu

Awalnya saat diamankan, ZF akan dibawa ke pihak berwenang oleh anggota Satpol PP Jakarta Barat.

Namun neneknya mencegahnya karena ZF anak sebatang kara dan putus sekolah, sehingga masih membutuhkan kasih sayang serta pendidikan dari dirinya.

ZF kemudian dibawa ke Kantor Kelurahan Meruya Selatan untuk dimintai penjelasan atas ulahnya dan menandatangani surat perjanjian tak akan mengulangi hal serupa.

Baca juga: Seorang Nenek Tewas Diduga Dianiaya

"Akhirnya kita bikin surat pernyataan antara si nenek dan bocah ini dan disaksikan pengurus RT dan RW," kata dia.

 

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020