Indonesia

Riki Abdullah Dihukum 150 Kali Cambuk

jpnn.com, ACEH TIMUR - Terpidana M Riki Abdullah, 21, dihukum 150 kali cambuk karena terbukti bersalah mencabuli anak berdasarkan putusan Mahkamah Syariah Idi, Aceh Timur.

Pelaksanaan uqubat cambuk berlangsung di hadapan khalayak ramai tersebut dipusatkan di depan Kantor Dinas Syariat Islam Aceh Timur di Idi, Kamis.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Aceh Timur Ivan Nanjjar Alavi mengatakan eksekusi cambuk 150 kali merupakan yang pertama di Aceh Timur.

"Pelaksanaan cambuk berjalan lancar, namun algojo harus berhenti mencambuk terpidana M Riki Abdullah yang tidak mampu menahan rasa sakit," kata Ivan Nanjjar Alavi.

Ivan Nanjjar Alavi menyebutkan eksekusi cambuk terhada M Riki Abdullah terpaksa dihentikan. Kemudian, jaksa eksekusi melaksanakan hukum cambuk terhadap dua terpidana lainnya.

Setelah selesai dicambuk dua terpidana lainnya, lalu pelaksanaan cambuk terhadap M Riki Abdullah kembali dilanjutkan hingga selesai," kata Ivan Nanjjar Alavi.

Dikatakannya, hukuman cambuk terhadap M Riki Abdullah merupakan terpidana pertama yang dituntut 150 kali cambuk dan majelis hakim juga memutuskan hukuman 150 kali cambuk.

"Tuntutan yang maksimal ini untuk memberikan efek jera terhadap terpidana, apalagi terpidana melakukan pencabulan dan pemerkosaan terhadap korban yang masih dibawah umur," kata Ivan.

Football news:

Brandt was not close to joining Arsenal. Borussia will not let him go in the winter
Pogba to discuss contract extension with Manchester United: I'm going to talk to the club. I want to win
Manchester United defender Tuanzebe was subjected to racist abuse after the defeat to Sheffield United
Barca's acting president refuses to buy the player
Atletico defender Perez could move to Cadiz. He's on loan in Granada
Rio Ferdinand: Manchester United were gloomy and at times lifeless against Sheffield Wednesday. Instability is not something that wins the Premier League
The rotor is signed goalkeeper Khabarovsk SKA Obukhov. He has 7 games to zero in the season of the FNL