Indonesia

Rouhani: Iran Tidak Akan Bertekuk Lutut pada AS

TEHERAN -

Presiden Iran, Hassan Rouhani mengatakan bahwa Teheran tidak akan pernah bertekuk lutut pada tekanan yang diberikan Washington. Dia lalu menegaskan, Iran tidak akan pernah mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS), jika dilakukan di bawah tekanan.

Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Teheran, Rouhani mengatakan, bantuan Teheran sangat penting untuk membangun keamanan dan stabilitas di Timur Tengah.

"Iran tidak akan pernah bernegosiasi di bawah tekanan. Kami tidak akan pernah menyerah pada tekanan Amerika dan kami tidak akan bernegosiasi dari posisi yang lemah. Tekanan maksimum Amerika terhadap Iran akan menemui kegagalan," kata Rouhani.

"Mengamankan perdamaian dan stabilitas di wilayah sensitif di Timur Tengah dan di Teluk Persia tidak mungkin tanpa bantuan Iran," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/2/2020).

Sementara itu, sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Presiden AS, Donald Trump salah arah dengan informasi yang membingungkan. Ini membuatnya mengambil pilihan yang buruk dalam kebijakan luar negeri AS.

Dalam pertemuan sampingan dari konferensi keamanan Munich, Zarif berpendapat bahwa keputusan Trump untuk secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 atau disebut joint komprehensif rencana aksi (JCPOA) pada 2018 lalu dipengaruhi oleh saran yang salah.

"Trump yakin bahwa kami akan runtuh, sehingga ia tidak ingin berbicara dengan rezim yang runtuh. Saya percaya Trump, sayangnya ia tidak memiliki penasihat yang baik. Dia sudah menginginkan Iran untuk runtuh sejak ia menarik diri dari kesepakatan nuklir," ucap Zarif.

Pengabaian sepihak JCPOA oleh pemerintahan Trump memicu ketegangan meningkat di Timur Tengah. Pejabat senior Iran dan AS selama beberapa bulan terakhir berulang kali mengklaim bahwa Teheran dan Washington mendekati perang skala penuh.

(esn)