Indonesia
This article was added by the user . TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Sebut Pihak Asing Terlibat dalam Konflik Rempang, Bahlil: Setiap Kepulauan Riau Mendapat Proyek Selalu Ada yang Menghalangi

Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia (Foto: Tangkapan layar YouTube Kementerian Investasi)

FAJAR.CO.ID -- Konflik akibat penolakan warga untuk direlokasi imbas proyek investasi Rempang Eco City masih jadi perbincangan hangat di seantero negeri.

Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, menyebut, konflik yang terjadi di Pulau Rempang ada keterlibatan pihak asing.
​​​​
"Temuan saya sebagai tim, saya tahu siapa barang ini yang ikut main tapi yakinlah bahwa tidak hanya dari dalam negeri, saya tahu kok siapa yang dari luar negeri," ujar Bahlil, kemarin.

Bahlil menerangkan, dugaan tersebut muncul karena dia merasa setiap Kepulauan Riau mendapatkan proyek investasi besar selalu ada pihak yang menghalangi. "Setiap Kepri (Kepulauan Riau) itu mau maju, setiap ada investasi besar selalu saja ada yang menghalangi," kata Bahlil.

Meskipun enggan menyebutkan pihak asing yang terlibat dalam konflik Rempang, tetapi dia menyinggung bahwa negara yang dimaksud adalah negara tetangga. "Saya tidak menyebut nama negara mana ya. Tapi biasanya kalau di tetangga itu kan kalau kita bersaing sama teman-teman sendiri kan," ujar Bahlil.

Menurut Bahlil, campur tangan pihak asing adalah hal yang wajar dalam persaingan di mana sebuah negara memiliki strategi dalam berkompetisi dengan negara lainnya. "Itu biasa dalam persaingan, tapi dalam persaingan itu ada strategi yang tidak ingin untuk negara A itu maju atau berkompetisi dengan negara mereka," ujarnya lagi.

Dalam rapat terbatas pada Senin pagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan beberapa arahan terkait permasalahan di Pulau Rempang antara lain penyelesaian masalah secara kekeluargaan, memperhatikan aspirasi masyarakat, dan pemenuhan hak-hak warga yang terdampak.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di: