Indonesia

Sejumlah Daerah Pedalaman di Kaltara Terendam Banjir

Merdeka.com - Sejumlah daerah pedalaman di Kalimantan Utara teredam banjir. Peristiwa itu seiring tingginya curah dan intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir ini.

Adapun daerah yang dilaporkan terendam banjir yakni Kecamatan Mentarang Hulu (Kabupaten Malinau, Kecamatan Long Peso (Kabupaten Bulungan), dan Kecamatan Lumbis (Kabupaten Nunukan). Hujan sejak Sabtu (15/5) pukul 21.00 Wita hingga Minggu (16/5) dini hari mengakibatkan air Sungai Furu, Kinaye dan Mentarang meluap.

"Banjir menggenangi sebagian rumah warga dua desa, yakni Desa Lung Barang dan Desa Lung Simau," kata Camat Mentarang Hulu, Juari Lakai, via pesan singkat. Demikian dikutip dari Antara.

Warga terdampak sudah diungsikan sementara ke tempat yang lebih tinggi seperti Gedung Gereja (Lung Simau) dan sebagian ke gedung SMP Lung Barang.

Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum menerima laporan adanya korban jiwa. Namun banjir menimbulkan kerugian cukup besar, antara lain hanyutnya Mess Desa Lung Mekatif.

Selain itu, banjir juga menghanyutkan rumah Yohanes Kenui, Dermaga Lung Barang, tempat pembuatan perahu Johan, dan 30 drum solar milik desa Lung Barang, empat drum solar milik tower hanyut.

Banjir juga merusak dapur mess perumahan guru rusak akibat abrasi, kandang beserta ternak warga, dan Dermaga UPTD PKM Lung Barang hanyut.

Sejumlah daerah terisolasi dan terputus jaringan komunikasi karena BBM habis. Sementara beberapa daerah masih hidup karena menggunakan Solarsel (tenaga surya), antara lain Desa Lung Barang, Desa Lung Kebinu, Desa Mekatif, Simau, Desa Sulit, dan Desa Lung Semamu.

Dilaporkan warga saat ini, Malinau telah siaga banjir karena kiriman air dari Mentarang Hulu itu telah menggenangi rumah warga di Tanjung Lapang dan di Desa Paking, Kecamatan Malinau Barat.

Desa Tanjung Lapang hanya berjarak sekitar 30 menit perjalanan menuju Malinau Kota, Ibu Kota Kabupaten Malinau.

Sementara itu, banjir kiriman dari Kecamatan Long Peso akibat meluap Sungai Kayan telah sampai di Tanjung Selor, Ibu Kota Kaltara.

Meskipun banjir belum masuk ke rumah warga namun banjir telah menggenangi jalan
antara lain, jalan depan Kantor Cabang Pengadaian Tanjung Palas, Jl. Imam Bonjol, Kampung Arab dan Jl. Semangka.

Banjir Kabupaten Nunukan

Selain banjir di pedalaman Kabupaten Malinau dan Kabupaten Bulungan, banjir juga merendam wilayah pedalaman Kabupaten Nunukan.

Camat Lumbis Hulu, Justinus, melaporkan sejumlah rumah warga dan fasilitas umum terendam banjir luapan Sungai Sedalir dan Sungai Sulon di pedalaman Kabupaten Nunukan.

Banjir akibat tingginya curah hujan di negara tetangga Malaysia. Sungai Selalir dan Sungai Sulon ini berhulu di Negeri Sabah, Malaysia.

Banjir mulai meluas pada Jumat (14/5) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Luapan air kedua sungai itu hingga mencapai enam meter.

Banjir menerjang rumah warga dan fasilitas umum, yakni Gereja Katolik Santo Yohanes dengan kedalaman hingga 1,5 meter.

Banjir menyebabkan berbagai kerusakan antara lain fasilitas dalam gereja sehingga tidak dapat difungsikan saat Hari Kenaikan Isa Almasih.

Begitu pula di rumah warga kedalaman airnya mencapai 1,5 meter menyebabkan warga banyak yang mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Fasilitas umum yang rusak adalah dermaga perahu di Desa Mamasin dan Sibalu.

Demikian pula pipanisasi air bersih mengalami rusak berat di Desa Kalisan, Desa Kabungolor, Desa Lipaga, dan Desa Tau Lumbis.

Bangunan lain yang terendam rumah dinas guru SMPN 2 Lumbis Hulu, BPU Desa Sibalu dan Desa Mamasin, serta empat MCK.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara, Andi Santiaji, belum memberikan respon saat diminta tanggapan tentang upaya penanganan musibah di sejumlah daerah di provinsi termuda ini.

Sebelumnya, berdasarkan informasi peringatan dini yang diunggah BMKG dalam laman www.bmkg.go.id, diperkirakan terjadi hujan disertai petir dan/atau angin kencang pada hari ini (Jumat, 14 Mei 2021) sejumlah daerah termasuk Kaltara.

Peringatan dini untuk Kaltara, yakni wilayah Tarakan, Tana Tidung, Peso, Sekatak, Peso Hilir, Malinau Selatan Hilir, Malinau Selatan, Malinau Selatan Hulu, Pujungan, Kayan Hilir, Krayan Selatan, Sungai Boh, Lumbis, dan sekitarnya. [lia]

Football news:

Scotland coach Clarke: There were a lot of good moments during the group stage, but no points scored
England are the most boring group winners in history. Two goals were enough! And at the World Cup, the Italians once became the first even with one
Dalic - to the fans after reaching the Euro playoffs: You are our strength, and we will be your pride
Modric became the youngest and oldest goalscorer in Croatia at the Euro
Czech Republic coach Shilgava: We came out of the group and fought with England for the first place. We got what we wanted
Gareth Southgate: England wanted to win the group and continue to play at Wembley-and it succeeded
Luka Modric: When Croatia plays like this, we are dangerous for everyone