Indonesia

Sejumlah Elemen Mahasiswa Minta Polemik TWK KPK Disudahi

Sudah saatnya memperkuat KPK dengan UU Nomor 19 Tahun 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sejumlah massa yang mengatasnamakan Korps Mahasiswa dan Pemuda NKRI (KOMPAN) menggelar aksi unjuk rasa meminta polemik gagal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75 orang pegawai KPK RI disudahi dan diterima secara legowo, Senin (14/6). 

“Konsekuensi logis atas amnanah UU Nomor 19 Tahun 2019, tentang KPK-RI, yang dijalankan pimpinan KPK dan jajarannya adalah tanggung jawab dan loyalitas kepada negara kesatuan republik Indonesia, Pancasila, dan UUD 1945,” ujar Koordinator Aksi, Saddam Husain dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/6).  

Saddam menerangkan, pengalihan pegawai KPK RI menjadi aparatur sipil negara (ASN) sudah dituangkan pemerintah melalui PP No. 41/2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN, serta Peraturan KPK No. 1/2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN. 

“Tata cara alih status pegawai KPK hal itu telah diatur dalam Pasal 5 ayat (4) Peraturan Komisi Pemberantasan Korupsi No 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi Menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara, maka dilaksanakan asesmen tes wawasan kebangsaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara,” terangnya. 

“Proses implementasi UU yang dijalankan melalui mekanisme dan sistematika peraturan yang adalah wujud profesionalitas dalam menjalankan konstitusi. Sebab konstitusi adalah adalah panduan yang menjadi landasan bersama serta dijalankan sebaik-baiknya agar tidak terjadi kesewenangan individu atau kelompok,” jelasnya.  

Menurut Saddam, cita-cita reformasi yang telah berkehendak membangun good governance menjadi intisari kelahiran KPK. KPK ialah institusi yang harus terus ada agar penyakit koruptif di negara ini dapat diobati dan dijaga tidak menjangkiti lagi.  

“Maka pimpinan dan pegawai KPK boleh berganti, tetapi konstitusi wajib dijalankan sebagai kepatuhan diri. Bukan segelintir orang yang menyelamatkan bangsa kita dari korupsi, tapi semangat seluruh masyarakat untuk bersepakat dan menjalankan konstitusi,” katanya.   

Pada kesempatan tersebut, Saddam berharap pentingnya secara aktif memperkuat dan mensosialisasikan kepada publik terkait UU 19 Tahun 2019 tentang KPK RI  di Kalangan mahasiswa dan pemuda  

Adapun pernyataan sikap dan tuntutan KOMPAN dalam aksi tersebut adalah : Pertama, Mendukung setiap langkah yang diambil oleh pimpinan KPK RI sesuai amanah UU Nomor 19 Tahun 2019,  

Kedua, menentang langkah yang diambil 75 pegawai KPK yang gagal dalam TWK karena itu sebagai salah satu langkah melawan UU dan bisa dikategorikan tindakan membangkang. 

Ketiga, mendukung pemberantasan korupsi melalui KPK RI dengan memperkuat UU Nomor 19 Tahun 2019.      

Football news:

Luxembourg fund buys 10% of La Liga for 2.7 billion euros. What is the meaning of the transaction?
Lukaku asked Inter to accept Chelsea's offer
Messi has arrived in Catalonia. He is expected to sign a new contract with Barca this week
Man City will buy Grealish for 100 million pounds, the contract is until 2026. The documents are signed
Tuchel on Lukaku at Chelsea: Many players want to join us. I will not discuss other people's players
Juve will give Demiral Atalanta on loan for 3 million euros with the right to buy for 25 million. Medical examination - On the 5th
Koeman pro 1:2 with Salzburg: Perfect, although I don't like to lose. We had to run a lot