Indonesia

Selesai Diobservasi, Mahasiswi Bengkulu Minta Ibunya Buatkan Pisang Goreng

BENGKULU – Mahasiswi asal Bengkulu, Sinta Destiana Putri (19), telah kembali ke rumahnya setelah menjalani masa observasi selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau. Ia diobservasi setelah dievakuasi dari China menyusul wabahnya virus korona (Covid-19) di sana.

Kepulangan anak bungsu tersebut telah lama ditunggu ibundanya sejak Sinta menempuh pendidikan di Beijing Foreign Studies University, Kota Beijing, China.

Anak bungsu dari tiga bersaudara itu pun meminta ibunya Siti Marsiah (53) untuk memasakkan makanan kesukaannya yakni pisang goreng. Sinta merasa kangen dengan masakan ibundanya.

''Saya meminta sama Mak untuk memasak pisang goreng. Itu adalah makanan kesukaan saya,'' kata Sinta, saat ditemui Okezone, di rumahnya, Minggu (16/2/2020).

Sinta Destiana Putri, mahasiwa asal Bengkulu tiba di rumahnya usai menjalani observasi 14 hari di Natuna. (Foto : Okezone.com/Demon Fajri)

Sinta mengatakan, sangat senang bisa kembali berkumpul dengan anggota keluarganya. Terlebih setelah menjalani masa observasi di Natuna, selama dua minggu. Sebab, selama ini hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon, chatting, maupun video call.

''Sangat terharu saat tiba tadi. Disambut sama Mak. Rasa rindu selama ini terobati dengan bertemu langsung dengan Mak saat tiba di rumah,'' ucap Sinta.

Baca Juga : Mahasiswi Asal Bengkulu Tunggu Informasi Sebelum Kembali ke China

(erh)