Indonesia

Soal Terorisme Sasar Kampus, Ini Kata Mahfud MD

JawaPos.com - Mewabahnya fenomena paham radikalisme yang menjalar hingga ke ruang-ruang civitas akademik, kampus menjadi perhatian serius untuk segera ditangani. Bukan tidak mungkin, apabila kondisi ini dibiarkan tanpa langkah antisipasi, maka secara perlahan akan semakin banyak orang-orang yang berada dalam lingkup kampus itu sendiri terpapar ideologi ekstrem terorisme.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD usai menjadi pembicara dalam peringatan Nuzulul Quran 19 Ramadan di auditorium Al Jibra, kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Senin (4/6) malam.

"Unsur-unsur radikal itu masuk di kampus sampai berkembang, masuk saja itu tidak boleh radikalisme. Apa lagi radikalisme yang sudah mengarah ke teror. Itu tidak boleh, harus ada langkah antisipasi supaya ini tidak bisa berkembang di tataran kampus," kata Mahfud.

Baru-baru ini, penangkapan terduga teroris di Universitas Riau (UNRI) menambah daftar panjang keterlibatan akademisi dalam aksi radikal. Satu mahasiswa Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung sebelumnya bahkan, terindikasi terlibat kelompok ISIS.

Menurutnya, gampangnya seseorang memanfaatkan arus informasi, menjadi salah satu faktor begitu cepatnya paham-paham terkait redikalisme yang berhujung pada aksi teror ini merebak. Apa lagi dalam tataran kampus, dinilai sebagai wadah yang paling aman untuk menyebar paham-paham kekerasan tersebut.

"Teror inikan adalah perkembangan dari sikap-sikap radikal. Yang terpenting adalah, kampus-kampus itu harus hati-hati karena sekarang ini, arus informasi gampang. Orang berkomunikasi dengan ideologi lain sangat gampang," ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Mahfud, kampus-kampus seharusnya bisa melakukan antisipasi dini menjalarnya pola pikir hingga tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang banyak bahkan negara. Hal tersebut menurutnya, menjadi tugas mendasar dari setiap kampus-kampus yang ada.

"Kalau tidak ada ketahanan kampus, itu sangat berbahaya. Intinya kampus harus mempunyai ketahanan dirinya dan membangun ketahanan dirinya untuk menangkal radikalisme. Karena sekali radikalisme itu berhasil, maka itu bisa merepotkan kita semua sebagai bangsa," pungkas Mahfud.

(rul/JPC)

Football news:

Кад Cadiz returned to La Liga after 14 years
Pioli about 2:2 with Napoli: One point is a good result
Gattuso on Milan's penalty: the Rule needs to change. Jumping with your hands behind your back is another sport
Milan will offer 25 million euros for Celtic defender Ayer
Klopp on plans: Four years at Liverpool. After that, I want to do nothing for a year
Rogers Pro 1:4 with Bournemouth: Leicester play well only 45 minutes after the break
Inter and Roma are Interested in Garay