Indonesia

Stres Akibat Luapan Info Corona, Ini Tips dari Psikolog

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Banyaknya informasi mengenai pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) yang terjadi saat ini membuat sebagian orang merasa stres dan khawatir. Mereka waswas jangan sampai tertular virus mematikan tersebut.

Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Makassar (UNM), Eva Meizara, mengatakan, hal tersebut biasa terjadi akibat banyaknya informasi mengenai corona yang sering kita baca. Namun, fase ini tidak boleh terlalu lama, karena stres juga bisa menurunkn daya tahan tubuh kita.

Dia pun memberikan tips agar terhindar dari rasa stres tersebut. "Cari berita-berita positif juga, jangan hanya fokus dengan jumlah korban. Pada tahap ini juga stres dengan beban dan tuntutan baru, WFH dan SFH, ini bukan hal mudah," kata Eva, Jumat (10/4/2020).

Menurut Eva, usai menerima kondisi tersebut dan sadar dengan keadaan saat ini, perlu ada penyesuaian aktivitas. Misalnya saja, mulai melakukan pembatasan diri, memakai masker sebagai bentuk pencegahan, serta merevisi rencana agenda. Gunanya ialah agar pekerjaan tetap dilakukan meski dalan situasi pandemi ini.

"Kita sudah mulai bisa atur waktu bagaimana WFH dan SFH supaya bisa berjalan dengan baik," ujarnya.

Namun, tidak semua orang berhasil melalui tahap ini. Pasalnya, kata dia, mereka mesti selalu berpikir positif. Orang yang berada pada tahap ini, juga harus tetap tenang dalam menyikapi sebuah kondisi maupun peristiwa yang terjadi.

"Hanya orang-orang yang positif thinking bisa menemukan makna di balik sebuah peristiwa yang tidak menyenangkn dan ingin berbuat sesuatu untuk bisa membantu orang lain," tambahnya.

Terakhir, ia menyarankan agar orang selalu berpikir positif dan jernih dalam menghadapi situasi pandemi Corona ini. Meski berada di rumah, mereka harus mencari kegiatan yang bermanfaat untuk dilakukan. Tujuannya, agar mereka bisa mengalihkan pikirannya ke hal yang baik, tidak melulu memikirkan kondisi darurat corona saat ini.

"Tetap cari kegiatan yang bermanfaat supaya tidak terlalu fokus dengan kondisi yang tidak menyenangkan. Ubah sesuatu yang tidak menyenangkn menjadi suatu tantangan," terangnya. (ikbal/fajar)

Football news:

Giroud on resuming training: Almost everyone at Chelsea has blisters
Deschamps screamed like a girl after my tackle. It didn't do me any good. Scholes on the disqualification to the final of the 1998/99 UEFA Champions League
Chiellini on the death of George Floyd: How can I explain to my daughters what happened? All lives matter
Never give up. Robertson on winning the 2018/19 Champions League a year after losing the final
Brendan Rodgers: Chelsea tried to acquire Coutinho when He was 14 years old
The President of Brescia on the demand for Tonali: Barcelona offered 65 million and 2 players, and the head of PSG wrote today
Don't believe promises? Think twice. Lovren on his promise to come back stronger after the 2017/18 Champions League final