Indonesia

Studi: Virus Corona Bisa Menyebabkan Kerusakan dan Disfungsi Jantung

Suara.com - Lebih dari separuh pemindaian jantung di antara pasien Covid-19 menunjukkan adanya ketidaknormalan jantung. Sebuah studi menegaskan, bahwa virus corona telah merusak organ inti pada tubuh tersebut. 

Dilansir dari Independent, studi yang didanai oleh British Heart Foundation (BHF) itu menemukan, bahwa 55 persen dari 1.261 pasien yang diteliti mengalami perubahan yang abnormal. Bahkan satu dari tujuh pasien menunjukkan adanya disfungsi parah pada jantung. 

Data studi berasal dari 69 negara di mana telah dipublikasikan dalam European Heart Journal-Cardiovascular Imaging. Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari British Heart Foundation Centre of Research Excellence di University of Edinburgh.

Mayoritas (901 pasien) belum pernah didiagnosis dengan masalah jantung sebelumnya, para ilmuwan terkemuka menyimpulkan bahwa Covid-19 sendiri dapat memengaruhi jantung secara serius.

Di antara kelompok ini, pemindaian jantung abnormal ada pada 46 persen pasien dan 13 persen menderita penyakit parah.

Lebih dari setengah (54 persen) dari semua pemindaian dilakukan dalam perawatan intensif, dengan yang lain dilakukan di bangsal umum, bangsal jantung, paru-paru dan di A&E.

Ilustrasi. (Shutterstock)
Ilustrasi. (Shutterstock)

"Penyakit parah Covid-19 dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan sistem peredaran darah," kata Dr. Sonya Babu-Narayan, direktur di BHF dan konsultan ahli jantung.

"Kami sangat perlu memahami lebih banyak tentang mengapa hal ini terjadi sehingga kami dapat memberikan perawatan yang tepat, baik jangka pendek dan jangka panjang," imbuhnya.

Kelainan jantung pada pasien Covid-19 ditemukan hampir rata antara ruang jantung kiri dan kanan.

Tim peneliti memperingatkan bahwa penelitian ini tidak dapat menyimpulkan seberapa umum perubahan jantung terjadi pada orang yang tidak menerima scan.

Mereka menekankan bahwa semua pasien dalam penelitian ini berada di rumah sakit dan dicurigai adanya komplikasi jantung.

"Covid-19 adalah penyakit multi-sistem yang kompleks, dapat memiliki efek mendalam pada banyak bagian tubuh, termasuk jantung," kata Profesor Marc Dweck, pemimpin penelitian.

Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)
Ilustrasi Pasien Covid-19. (Pexels)

Tetapi menurut Profesor Marc Dweck, banyak dokter ragu-ragu untuk melakukan echocardiograms untuk pasien dengan Covid-19. Hal ini disebabkan karena echocardiograms prosedur tambahan yang melibatkan kontak dekat dengan pasien.

"Pekerjaan kami menunjukkan bahwa pemindaian ini penting dan meningkatkan perawatan untuk sepertiga pasien yang menerimanya," kata Profesor Marc Dweck.

Menurut Dweck, kerusakan jantung memang diketahui terjadi pada flu parah, tetapi para peneliti terkejut melihat begitu banyak pasien Covid-19 mengalami kerusakan dan disfungsi parah pada jantung.

"Kita sekarang perlu memahami mekanisme yang tepat dari kerusakan ini, apakah dapat dilawan dan apa konsekuensi jangka panjang dari infeksi Covid-19 pada jantung," imbuh Dweck.

Football news:

Casemiro: bale is the top 3 in the world at his best level. But we must admit that he is not in the best shape right now
Ferran Torres: Every player wants to be in the attacking team, and city are one of the most attacking teams in the world
Manchester City have announced the transfer of Ferran Torres from Valencia
German Count Zeppelin, heated underpants and Herbert Chapman. The final that started the great Arsenal of the 1930s
Klopp has signed a contract with adidas. Liverpool have an agreement with Nike
Jose Mourinho: Casillas and I have a good relationship. Over the years, they developed into an honest friendship
Tottenham will buy Heybjerg from Southampton for 15 million pounds. And will release Walker-Peters for $ 12 million. Southampton Midfielder Pierre-Emile Heibjerg is close to changing clubs