Indonesia

Sukarela Masuk Kamp Kematian, Witold Pilecki Galang Perlawanan di Auschwitz

Berbicara tentang kamp konsentrasi terbesar Nazi yaitu kamp Auschwitz di Polandia, mungkin tidak banyak yang ingat akan seorang tentara asal Polandia yaitu Witold Pilecki. Padahal, jasa Pilecki tidak bisa diremehkan. Ia termasuk yang pertama kali melaporkan secara terperinci tentang segala kengerian yang terjadi di sana.

Hari itu tanggal 19 September tepat 80 tahun lalu, tentara Nazi Jerman yang telah memasuki Polandia mengumpulkan dan menangkap sekitar 2.000-an warga sipil. Di antara ribuan orang itu, terselip seorang petugas intelijen militer Polandia, Witold Pilecki. Ia menyamar dan secara sukarela ditahan Jerman untuk dikirim ke kamp kematian terbesar yaitu Auschwitz. Pilecki tampaknya punya serangkaian rencana. Namun saat itu ia mengira Auschwitz hanya penjara biasa, hanya saja jauh lebih besar.

Pilecki (dibaca dengan pengucapan: Piletski) lahir tahun 1901 dari kalangan keluarga aristokrat di sebuah tanah pertanian di Polandia. Jiwanya sedari muda memang tidak betah melihat kesewenangan. Semasa muda, ia ikut berjuang dalam perang Polandia-Soviet antara tahun 1919 hingga 1920.

Setelah perang usai, Pilecki yang memperoleh penghargaan atas keberaniannya itu memutuskan hidup damai di tanah keluarganya. Ia menikahi pujaan hati yang bernama Maria Ostrowska dan memiliki dua orang anak.

Dicuplik dari buku berjudul Freiwillig nach Auschwitz, die geheimen Aufzeichnungen des Häftlings Witold Pilecki, yang kurang lebih artinya “Sukarela Masuk Auschwitz, Catatan Rahasia Narapidana Witold Pilecki”, dituliskan bahwa ia sebenarnya sempat kuliah di jurusan seni di Universitas Stefan Batory di Vilnius, kini masuk wilayah Lithuania. Namun karena kurang biaya, tahun 1921 ia terpaksa putus kuliah. Lagi pula, nasib dan kondisi saat itu menggariskan jalan lain bagi hidupnya.

Sukarela pergi ke Auschwitz

Pada awal Perang Dunia II, ketika Nazi menginvasi Polandia pada tahun 1939 Pilecki dipanggil kembali ke dinas militer. Tapi seperti dilaporkan oleh The Washington Post, Polandia jatuh dalam waktu kurang dari sebulan. Pilecki bersembunyi dan bergabung dengan perlawanan gerilya Polandia yang saat itu sedang berkembang.

Saat ini dunia telah mengetahui bahwa kamp Auschwitz yang terletak di kota Oswiecim di selatan Polandia adalah kamp kematian. Pada awal didirikannya, belum banyak yang tahu apa itu kamp Auschwitz. Namun demikian, dari kamp telah tersiar kabar bahwa tiap hari banyak orang meninggal dunia karena kelelahan, kelaparan, atau menderita sakit tipes.

Pilecki muda resah. Penasaran akan apa yang sebenarnya terjadi di kamp, ia lantas meminta kepada atasannya agar ditugaskan menyusup ke sana. Ia punya rencana mengumpulkan informasi intelijen dari dalam kamp dan mengatur perlawanan sesama narapidana di sana.

Atasannya setuju dan memberi Pilecki kartu identitas palsu atas nama Tomasz Serafinski. Maka pada pertengahan September tahun 1940, Pilecki alias Tomasz Serafinski bergabung dengan ribuan orang yang ditangkapi Nazi untuk dikirim ke Auschwitz.

Begitu tiba di kamp, Pilecki mendengar pengumuman seorang perwira penjaga kamp melalui pengeras suara yang bunyinya kurang lebih: "Tidak ada dari kalian yang bisa membayangkan keluar dari sini hidup-hidup. Kalian harus bertahan hidup selama enam minggu. Siapa pun yang bisa hidup lebih lama (dari enam minggu) pasti akan menjadi seorang pencuri, dan pencuri akan mendapatkan hukuman, dan mereka dijamin tidak akan hidup lama."

Bentuk jaringan pemberontak hingga siaran radio rakitan

Football news:

Neymar is most often fouled in the top 5 leagues since the start of the season. Mane - in the top ten
Mbappe is wary of extending his contract with PSG without being able to leave the club
Lucescu says that it was he who first put Pirlo on the field in 1998. This is not quite true
Bruno on the penalty miss: I'm human, it happens. Next goal for sure
Neymar wants to extend his contract with PSG, but the club has not yet started negotiations. The player's entourage is upset about this
Referee Oliver is appointed for the Bayern - Atletico match in the Champions League. He worked on the game Everton - Liverpool
Ex-judge Halsey: I'm surprised Pickford didn't get a red card. He put van Dijk's health at risk