Indonesia

Takwa dan Tawakal Menuju Indonesia Maju

Jakarta -

Indonesia disebut juga Nusantara adalah negara yang terletak di Asia Tenggara dilintasi garis khatulistiwa. Berada di antara daratan benua Asia dan Australia, sebagai negara kepulauan terbesar didunia yg terdiri dari 17.504 pulau. Adapun populasi hampir 270 juta jiwa, yang merupakan negara berpenduduk terbesar keempat dunia dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Negeri ini mempunyai potensi sumber daya alam yang relatif besar. Ada minyak bumi, gas alam, timah, nikel, kayu, bauksit, batu bara, emas, perak dan tanah yang subur. Suatu negara minimal bisa mencukupi kebutuhan pangan sendiri untuk rakyatnya. Negeri ini masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tahun 2018 masih impor beras 2,25 juta ton. Tahun ini sesuai perkiraan cuaca yang akan mengalami kemarau panjang, perlu kerja keras karena negara sahabat Thailand dan Vietnam tidak menjual berasnya. Mereka akan menggunakan produksi berasnya untuk cadangan kebutuhan sendiri sebagai antisipasi kemarau panjang.

Adapun potensi lainnya sangat besar, nikel dan bauksit. Kedua tambang ini menjadi incaran untuk bahan baku baterei. Dengan meningkatnya permintaan mobil listrik, HP dan produk lain yang memerlukan baterei. Potensi kehutanan cukup besar, masih memerlukan penanganan lebih lanjut agar hasil-hasil hutan memperoleh nilai tambah lebih tinggi. Perkebunan Sawit negeri ini mempunyai area tertanam terbesar dunia meski sebagian dimiliki asing.

Dalam industri sawit mayoritas kita masih menjual dalam bentuk CPO. Artinya peluang meraih nilai tambah masih bisa diperoleh dengan mendirikan industri hilir. Ada sedikit yang merisaukan penulis. Lahan yang subur terbentang di Jawa, Sumatera, Papua dan sebagian Pulau-pulau lainnya. Namun negeri ini masih membeli sayur mayur dan buah-buahan dari luar negeri dengan nilai kurang lebih RP 33 triliun pada tahun 2019.

Kenapa negeri ini belum optimal dalam mengelola sumber daya alamnya?

Banyak faktor yang ditemukan dan cukup kompleks. Kebiasaan kita dalam menghargai waktu cukup rendah, banyak waktu sia-sia. Jadwal acara yang selalu molor sampai-sampai kita dikenal punya jam karet. Kerja masih dianggap sesuatu yang berat dan kekayaan sumber daya manusia belum optimal (masih rendah). Padahal SDM ini menjadi sumber kreatifitas untuk menghasilkan nilai tambah, dengan penguasaan Iptek pada manusia yg akan menjadi motor penggerak ekonomi.

Contoh dalam meningkatkan nilai tambah adalah sebagai berikut. Apel lokal segar sebanyak 2 kg yang seharga Rp 30.000 di tingkat pedagang, diolah menjadi produk minuman sehat sehingga nilai meningkat menjadi 10 kali lipat. Ada juga bahan baku tomat yang diambil senyawa aktifnya/lycopene dan brokoli berfungsi mencegah kanker.

Untuk menjadi manusia unggul, perlunya mengerti dan memahami landasan bahwa seseorang muslim hendaknya tiada berputus asa dan selalu bersikap optimis untuk menggapai tujuannya :

Pertama, firman Allah SWT dalam Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 286 yang artinya, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."

Kemudian Allah SWT juga berfirman dalam Surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6 yang artinya, "Karena sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya ada kesulitan itu ada kemudahan."

Juga firman Allah SWT dalam surat at-Thalaq ayat 3 yang artinya,"Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah SWT, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan ( yg dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu."


Dari ketiga ayat di atas menunjukkan bahwa seseorang tidak boleh mudah menyerah karena Allah memberikan tugas sesuai dengan kemampuannya. Disambung Firman berikutnya bahwa Allah berjanji dari kesulitan akan muncul kemudahan. Di sini perlunya sikap sabar. Adapun firman Allah yang ketiga, ujung akhir ayat (ath-Thalaq : 2) menyambung ke ayat tiga, bahwa Allah menjamin memberikan jalan keluar jika menghadapi kesulitan dengan bertakwa dan bertawakkal kepada-Nya. Allah akan Memberikan rizki dari arah yang tidak disangka dan mencukupkan keperluannya.

Bagaimana negeri ini mencetak banyak tenaga terampil dan ahli bidang teknologi yang tidak sekadar meniru temuan-temuan yang sudah ada. Namun juga melakukan riset khusus terhadap potensi sumber daya alam sendiri. Sehingga hasil risetnya diharapkan bisa menjadikan negeri ini mampu membuat sesuatu yang dibutuhkan rakyatnya dan kebutuhan dunia sehingga terjadi penghematan devisa.

Langkah-langkah secara umum dalam mencetak para tenaga terampil dan ahli dengan mendorong rakyat gemar membaca dan tidak perlu ragu untuk menterjemahkan buku-buku bagus yang diperlukan untuk pengembangan kemajuan negeri ini. Dulu masa Pemerintahan Islam saat dinasti Abbasiyah, semua buku bagus dari Persia, Mesir, Yunani diterjemahkan dalam bahasa Arab.

Selang beberapa tahun muncullah para pencerah Islam seperti Ibnu Sina, Al Farabi dan lain-lain. Hal yang sama dilakukan Israel, mempelajari dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan bahasa Ibrani dan dilanjutkan oleh China yang belum lama ini bisa menguasai Iptek dengan bahasanya. Kapan kita bisa mempelajari dan menguasai Iptek dengan bahasa Indonesia.

Kepada Pemimpin Negeri, penulis memohon sekiranya bisa diakomodasikan para pelajar, generasi muda, peneliti dalam usaha penguasaan Iptek dengan menggunakan Bahasa Indonesia.

Dengan banyaknya buku-buku terjemahan dalam bahasa Indonesia akan lebih banyak masyarakat yang berkesempatan mempelajari, menekuni dan semoga merangsang untuk menciptakan inovasi menuju Indonesia Maju.

Aunur Rofiq

Ketua Dewan Pembina HIPSI ( Himpunan Pengusaha Santri Indonesia )

Sekjen DPP PPP 2014-2016.

(erd/erd)

Football news:

Nagelsmann victory over Istanbul: Not fully satisfied with the game Leipzig was fatigue, not the most effective pressure
Goalkeeper Brugge Croat about 2:1 with Zenit: We proved that we should not be considered outsiders of the group
Manchester United won again in Paris with a late Rashford goal. An unexpected hero - a 22-year-old reservist who has not been on the field since December 2019
Jurgen Klopp: first Oliver didn't see the moment, then VAR forgot the rules. And the consequences came only for van Dijk and Tiago
Favre on the defeat against Lazio: Dortmund lacked determination. We needed to play an outstanding game, and we didn't
Lampard on 0:0 with Sevilla: I think both teams are happy with the draw
Tuchel Pro 1:2 with Manchester United: PSG were not on the pitch in the first half. One of the worst games of the team