Indonesia

Tampil di Film Ranah 3 Warna, Arbani Yasiz Harus Kuasai Bahasa Minang

JawaPos.com – Aktor Arbani Yasiz membintangi film Ranah 3 Warna. Memerankan Ali Fikri sebagai karakter utama, Arbani harus menguasai bahasa Minang.

“Aku ada di sekitar 90 persen film. Aku di sini harus menguasai bahasa Minang beserta dialeknya,” ujar Arbani Yasiz dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com Jumat (18/9).

Pemain film Rompis The Movie itu menceritakan momen saat menjalani syuting film Ranah 3 Warna. Menurut Arbani, proses syuting film ini dilakukan setiap hari tanpa ada jeda. Meski cukup menguras energi, Arbani Yasiz bersyukur kondisi kesehatannya tetap terjaga dengan baik sehingga proses syuting tidak mengalami kendala.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar,” kata Arbani Yasiz.

Di film arahan sutradara Guntur Soeharjanto itu, Alif Fikri yang diperankan Arbani Yasiz merupakan pemuda asal Minangkabau yang berusaha mengejar cita-cita. Film ini juga diperkuat oleh Teuku Rassya dan Amanda Rawles.

Rassya mengatakan, ia pun melakukan observasi demi mendalami karakter yang diperankannya di film Ranah 3 Warna. Dia harus mendengarkan secara langsung seperti apa orang-orang Padang ketika berbicara. Teuku Rassya juga banyak belajar bahasa Minang dan aksesnnya. “Aku juga mencoba masakan Padang,” ujarnya sambil tertawa.

Bukan hanya Arbani dan Rassya yang belajar bahasa Minang, Amanda Rawles yang berperan sebagai Raisa di film ini juga harus mempelajarinya. Dia mengatakan mempelajari bahasa Minang cukup menantang baginya dan termasuk sesuatu yang baru. Di film Ranah 3 Warna, Raisa diceritakan sebagai seorang jurnalis kritis.

“Aku belajar bahasa Minang dan tari Minang sejak proses reading,” akunya sambil tersenyum.

Film Ranah 3 Warna menunjukkan kekayaan budaya Indonesia khususnya budaya Minang. Bukan hanya itu, film ini juga menarik karena menyematkan sejumlah pesan positif dan inspiratif. Seperti tentang pentingnya semangat untuk menggapai sebuah cita-cita.

“Film ini tentang seseorang yang sudah berusaha sekuat tenaga, sudah Man Jadda Wa Jadda, namun belum juga berhasil. Perlu adanya kesabaran, Man Shabara Zhafira. Sangat related dengan kehidupan saat ini di tengah situasi pandemi,” kata Guntur Soeharjanto selaku sutradara film Ranah 3 Warna.

Dia menilai film ini relate dengan situasi sekarang di masa pandemi Covid-19. Karena mungkin banyak orang yang gagal dalam mewujudkan cita-citanya akibat terbentur oleh keadaan yang tidak mengenakkan ini. Jika hal ini terjadi, maka harus lebih bersabar karena hari besok masih ada harapan cerah.

Guntur berharap pesan-pesan positif yang ada di film ini dapat diambil oleh para penonton untuk menjadi pedoman dalam hidup sehari-hari. “Saya berharap film ini akan mampu menjadi tauladan yang baik bagi para penggemar film di Indonesia,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Football news:

Klopp on Rashford's charity: I hope mom is proud of him. I'm proud
Troy deeney: I was called a black asshole, and social media said it wasn't racist. Do companies even want to change this?
Miralem Pjanic: Sorry didn't trust the players at Juventus. It's a shame when people are judged incorrectly
Wenger on why he didn't mention Mourinho in the book: he Didn't want to talk about Jose, Klopp or Pepe because they are still working
The perfect project to lose money. An idea for dreamers. Tebas on the European Premier League
The Catalan authorities refused to postpone the referendum on a vote of no confidence in Bartomeu. It will be held on November 1-2
La Liga President on Messi's departure: It won't be a drama for us. And his reputation will suffer