Indonesia
This article was added by the user Anna. TheWorldNews is not responsible for the content of the platform.

Targetkan PAD Rp 3 T, Gresik Bakal Ubah Banyak Lahan Pertanian

JawaPos.com- Setiap 16 Oktober diperingati Hari Pangan Dunia (World Food Day). Tema tahun ini yang diangkat oleh Food and Agriculture Organization (FAO) PBB adalah masa depan makanan ada di tangan kita.

Jatim termasuk satu di antara provinsi di Indonesia yang berkontribusi besar terhadap kebutuhan pangan nasional. Baik komoditas padi dan beras. Bahkan, pada masa pandemi Covid-19, produksi padi dan beras Jatim mengalami kenaikan.

Data dari BPS, pada 2019 produksi padi di Jatim sebesar 9,58 juta ton. Lalu, setahun kemudian atau pada 2020 naik menjadi 10,02 juta ton. Demikian juga produksi beras. Pada 2019 tercatat 5,5 juta ton, dan pada 2020 naik menjadi 5,76 juta ton. Dengan jumlah itu, Jatim pun tercatat surplus produksi beras sebanyak 1,5 juta ton pada 2020. Tidak perlu impor beras.

Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, Gresik juga memiliki andil besar terhadap produksi pangan tersebut. Pada masa pandemi 2020, produksi pada dan beras di Gresik juga mengalami kenaikan. Pada 2019, produksi padi sebanyak 367.718 ton dan beras 211.234 ton. Sedangkan 2020 naik menjadi 409.985 ton untuk padi, dan 235.514 ton untuk beras.

Capaian itupun membuat Gresik mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pertanian. Yakni, penghargaan Abdi Bakti Tani. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wapres RI KH Ma’ruf Amin kepada Bupati Fandi Akhmad Yani di Jakarta, September 2021 lalu.

Namun, belakangan Gresik dalam bayang-bayang ancaman sebagai salah satu penyangga kebutuhan pangan di Jatim maupun nasional. Sebab, saat ini DPRD Gresik tengah membahas perubahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2021-2041 yang diajukan pemkab. Raperda itu menggantikan Perda Nomor 8 Tahun 2011.