Indonesia

Tentang Sungkeman Online di Masa Pandemi Corona

Tahun 2020 adalah tahun yang penuh kejutan. Ada sederet fakta yang mencuri perhatian banyak orang, mulai dari meninggalnya orang-orang baik seperti Kobe Bryant (pebasket NBA), KH Shalahudin Wahid (Gus Sholah) Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, musisi kenamaan Glen Fredly, hingga yang paling terbaru adalah Lord of the broken heart, Didi Kempot.

Kejutan berikutnya adalah munculnya pandemi global Covid-19 yang telah menggemparkan umat manusia di muka bumi. Virus yang disinyalir berasal dari kelelawar itu sontak mengubah semua tatanan dunia.

Data per Sabtu (23/5/2020) tercatat ada lebih dari 5.3 juta orang di dunia terinfeksi Covid-19 dan 340 ribu orang telah kehilangan nyawa akibat tidak bisa menaklukkan virus tersebut.

Di Indonesia juga tak kalah genting, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 per Jumat 22 Mei telah menginformasikan ada 20.796 terinfeksi, kematian sebanyak 1.326 orang dan pasien yang berhasil sembuh menyentuh 5.057 pasien. Saat ini ada 229 negara di belahan dunia yang sedang berjuang melawan Covid-19, termasuk negara kita Indonesia.

Berbagai negara di dunia telah berupaya segigih mungkin memerangi pandemik global ini, termasuk di Indonesia. Segudang kebijakan dipersiapkan salah satunya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat diminta untuk senantiasa menerapkan physical distancing, wajib menggunakan masker, membiasakan cuci tangan dan juga meniadaka berbagai kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

(Baca Juga : Tawadhu Pangkal Kemenangan)

Umat Islam yang biasanya menyambut Ramadhan dengan penuh kemeriahan dan suka cita kini harus diekspresikan hanya di rumah saja bersama keluarga inti. Masjid-masjid yang biasanya dipenuhi jamaah tarawih kini tampak sepi, sayup-sayup tadarus Alquran yang biasa terdengar di lorong-lorong mushola kini jarang terdengar. Semua beralih di rumah saja.

Pada masa lebaran Hari Raya Idul Fitri, kebijakan pemerintah dalam upaya menangani Covid-19 yang paling dirasakan oleh umat Islam di Indonesia adalah larangan mudik. Larangan mudik ini benar-benar mengubah tatanan sosial kemasyarakatan.

Sebagian besar umat Islam di Indonesia menjalani tradisi “wajib” saat lebaran, yakni pulang kampung untuk melakukan sungkem terhadap orang tua mereka. Melebur rasa kangen dengan memohon maaf kepada orang tua. Sebagian besar umat muslim di Indonesia akan merasa belum lengkap ibadahnya apabila saat lebaran belum menjalani aktivitas sungkem pada orang tua.

(Baca Juga : Ini yang Dilakukan Iblis di Hari Raya Idul Fitri)

Puncak dari pelaksanaan puasa di bulan Ramadhan akan berujung pada Hari Raya Idul fitri. Hari dimana sering kali dimaknai sebagai hari kemenangan oleh seluruh umat Islam di penjuru dunia. Umat Islam merasa bahagia bercampur haru setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa sebagai simbol untuk memerangi hawa nafsu, baik menahan lapar dan berbagai larangan lainnya.

Dalam tradisi masyarakat Indonesia, jelang Hari Raya Idul Fitri tiba, masyarakat akan berbondong-bondong untuk mudik ke kampung halaman. Biasanya disebut dengan istilah mudik, ada yang mengatakan mudik ini berasal dari istilah “mulih dhisik” atau “pulang dulu” dengan tujuan untuk bersua dengan orang tua dan sanak famili.

(Baca Juga : Hukum Sholat Idul Fitri di Rumah)

Pulang untuk menjenguk orang tua di kampung ini tidak hanya sekadar bertemu. Seorang anak melepaskan rindu yang begitu dalam pada orangtua dan leluhurnya di kampung halaman, menumpahkan seluruh keluh kesah. Seorang anak kemudian bersimpuh memohon maaf pada kedua orang tua. Orang Jawa biasa menyebut ini dengan istilah “Sungkeman”.

Football news:

Brescia coach on Balotelli's suspension: He didn't even appear in Zoom in quarantine
Wenger said again that Arsenal left their soul on Highbury. We understand what this phrase means
Messi is still training individually
Matteis de Ligt: Ronaldo is the best player of his generation and a role model
Van der Vaart on Real Madrid: Even if you are Raul or Ronaldo – if you haven't scored in two matches, they want to sell you already!
Koke: Atletico should be declared the winner of the Champions League if the season is not finished. We beat out the champion
Hakimi will return to Real Madrid and extend his contract until 2025