Indonesia

Terungkap, Kelakuan Valentino Rossi yang Bikin Dia Panen Haters di Italia

TRIBUNNEWS.COM - Pembenci alias haters adalah bagian tak terpisahkan dari karier pebalap MotoGP, Valentino Rossi.

Rossi diketahui punya banyak haters, termasuk sebagain besar berasal dari tempat kelahirannya, Italia.

Baca: Mengejutkan, Valentino Rossi Pebalap Terbaik dengan Jumlah Haters Terbanyak di Negaranya

Hal itu diketahui dari ungkapan mendiang pendiri Aprilia, Ivano Beggio, lewat buku otobiografinya yang diselesaikan oleh Claudio Panavello pada 2019 lalu.

Persaingan Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Persaingan Valentino Rossi dan Marc Marquez. (foxsports.com)

Dalam bukunya, Ivano Beggio menilai para haters itu justru bakal membuat Valentino Rossi dikenang sebagai salah satu pebalap terbaik yang pernah lahir.

Ivano Beggio mengatakan bahwa Italia harus berterima kasih kepada Valentino Rossi.

Sebab, Valentino Rossi berperan besar membuat olahraga balap motor di Italia itu berkembang pesat melalui prestasinya.

Baca: Stoner: Memalukan Legenda Seperti Valentino Rossi Akhiri Karier di Tim Satelit

"Saya terkejut saat mendapati dia akan dikenang sebagai pebalap terbaik sepanjang masa dengan jumlah haters terbesar dari negaranya sendiri," tulis Beggio seperti BolaSport kutip dari Tuttomotoriweb.

"Jika hari ini olahraga roda dua memiliki begitu banyak ruang di Italia, itu berkat Valentino Rossi," ujar Beggio.

Lebih jauh, buku tersebut juga mengungkap tingkah laku Valentino Rossi yang membuat juara dunia itu semakin dibenci oleh masyarakat Italia.

Valentino Rossi rupanya dinilai sebagai sosok yang menganggap remeh soal menepati janji.

Baca: Lima Sindiran Pedas Casey Stoner Buat Valentino Rossi: Gedean Ambisi Ketimbang Talenta, Pensiun Saja

Football news:

Vertonghen, Everton and Waldschmidt moved to Benfica
In 2008, an Asian Leopard was built in Uzbekistan. Even Rivaldo came and paid the team out of his own pocket a year later
Borussia Dortmund can rent Reinier from Real Madrid
Loko fans about support at matches: we Consider it a mistake to remain silent about disagreeing with the management's policy
Ex-Sunderland midfielder Cattermole has finished his career. He did not leave the club even after relegation to the 3rd division
Xavi: Racism, sexism and other forms of discrimination must be eradicated by stopping games
Javier Mascherano: Messi is the main reason why Barcelona can beat any team