Indonesia

Tidak Mengenakan Masker, Warga Surabaya Dihukum Push Up

SURABAYA - Warga pengguna jalan di Kota Surabaya, yang kedapatan tidak mengenakan masker, langsung diperiksa petugas gabungan dari Polri, TNI, dan aparat Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kota Surabaya.

(Baca juga: Wali Kota Surabaya Tiadakan Lomba dan Tasyakuran Kemerdekaan)

Mereka yang terjaring operasi protokol kesehatan disejumlah titik di Jalan Raya Kendangsari, Jalan Raya Tenggilis, dan Rungkut Sier, Kota Surabaya, langsung didata dan dihukum di tempat.

Selain dilakukan penyitaan KTP, petugas gabungan juga memberikan berbagai macam hukuman bagi para pelanggar protokol kesehatan. Di antaranya hukuman push up dan menyanyikan lagu kebangsaan, lalu diberi hadiah masker.

"Operasi gabungan ini digelar untuk menindaklanjuti Peraturan Wali Kota (Perwali) Kota Surabaya No. 33/2020, serta membiasakan masyarakat agar selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Bagi pelanggar dan sudah menjalani hukuman, kami beri hadiah masker," tegas Kapolsek tenggilis Mejoyo, Kompol Kistriyan.

(Baca juga: Angin Kencang dan Hujan Lebat Datang Bersama Awan Mirip Tsunami)

Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini, dapat menurunkan tingginya angka kasus COVID-19 di Kota Surabaya. Apalagi hingga saat ini Kota Pahlawan tersebut masih masuk dalam zona merah penularan COVID-19.

(eyt)

Football news:

Glebov received a red card for a foul on a Maccabi player in midfield. Var on match no
Aaron Ramsay: Under Pirlo, Juve players have more fun
Aubameyang on the decision to stay at Arsenal: Arteta is a key factor. He said: You can create a legacy here
You will get high from Rostov's goal as from your favorite song. Shomurodov from the fly in touch closed a crazy pass Normann 40 meters
Valery Karpin: Maccabi is a playing, pressing team. It is very dangerous to let her do everything
Barcelona will make one last attempt to sign Lautaro
Lingard's agents are in talks with clubs from England and Europe