Indonesia

Universitas Trilogi Gelar Refleksi Hari Kesaktian Pancasila

JawaPos.com – Universitas Trilogi menggelar Webinar bertemakan, Refleksi Hari Kesaktian Pancasila dalam Menghadapi Ancaman terhadap Kedaulatan Nasional di tengah Situasi Pandemi Covid-19. Acara dibuka oleh Rektor Universitas Trilogi, Prof. Mudrajad Kuncoro.

“Saat ini muncul bermacam tantangan yang sedang dihadapi Indonesia hari ini, mulai dari krisis Covid-19 dan ancaman krisis ekonomi yang menyertainya,” ujar Mudrajad dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Kamis (1/10).

Webinar yang dimoderatori oleh Dosen Agribisnis Universitas Trilogi, Yodfiatfinda, itu dihadiri oleh sekitar 400 hadirin yang terdiri dari siswa SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum. Tujuannya untuk menyemai kesadaran Pancasila bagi masyarakat, terutama dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain itu, Mudrajad juga memberikan saran strategi yang bisa dilakukan dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut, sekaligus soal menegaskan kembali makna kemerdekaan yang sesungguhnya, serta cara menyikapi krisis demi kedaulatan bangsa.

Untuk menjawab pembukaan dari Prof. Mudrajad, Mayjen TNI Purn. Samsudin, sebagai narasumber pertama, menyampaikan pengamatannya mengenai penerapan Pancasila secara rasional dalam keadaan krisis.

Pemaparannya tersebut didasarkan pada pengalamannya sebagai mantan anggota Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) yang mengalami langsung Peristiwa G-30S PKI.

Selain Samsudin, hadir juga pembicara lainnya yakni Prof. Cecep Darmawan memberikan refleksinya terhadap penyemaian kesadaran Pancasila. Ia menekankan pentingnya menurunkan ideologi Pancasila ke dalam instrumen praktis untuk keseharian, bukan sekadar bahan ajar yang teoritik agar Pancasila dipahami sebagai sebuah kesadaran.

“Jangan sekedar menjadi bacaan atau hafalan, tapi juga harus diwujudkan dalam prilaku keseharian,” ujar Cecep.

Sementara itu, perwakilan pengurus Yayasan Pengembangan Pendidikan Indonesia Jakarta (YPPIJ), Dr. Arissetyanto Nugroho, menegaskan bahwa Hari Kesaktian Pancasila hendaknya dijadikan momentum untuk menghayati kembali Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia.

“Di era pandemi Covid-19, kita harus berhati-hati dalam memilih negara mitra produsen vaksin Covid-19, karena ini berkaitan dengan ketahanan ideologi kita sebagai bangsa. Dengan ideologi Pancasila yang kuat, maka Indonesia akan mampu menjadi negara unggul dan berperadaban maju di dunia,” tukasnya.

Football news:

Arsenal will exclude Ozil and Sokratis from the Premier League bid
Bartomeu will miss the match against Ferencvaros due to a relative's covid. Barca President wants to get to the game with Real Madrid
Liverpool and Manchester United are among the clubs in talks to create a European Premier League
Thibaut Courtois: real want to win the Champions League and La Liga
Tiago and Matip didn't train with Liverpool today. They will probably not play Ajax
Griezmann will not return to Atletico from Barcelona
Miranchuk was included in Atalanta's bid for the Champions League match with Midtjylland