Indonesia

Wall Street Mixed, Indeks Nasdaq Anjlok Paling Dalam

JAKARTA Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan kemarin. Indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir lebih rendah tertekan saham Amazon dan Microsoft.

Indeks S&P 500 turun setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 25 Februari. Indeks telah pulih lebih dari 40% sejak pertengahan Maret, bahkan ketika infeksi covid-19 meningkat dengan cepat di Arizona, California dan Texas dan sekitar 35 negara bagian lainnya.

Baca juga: Wall Street Ditutup Mixed, Nasdaq Kembali Cetak Rekor

Berita merger juga menggembirakan investor karena pembuat chip Analog Devices Inc mengumumkan kesepakatan USD21 miliar untuk membeli saingannya Maxim Integrated Products Inc dan membuat sahamnya naik 8%. Saham analog turun 5,8%.

Saham PepsiCo Inc naik 0,3% setelah mengatakan pihaknya mendapat manfaat dari lonjakan konsumsi makanan ringan asin di rumah seperti Fritos dan Cheetos selama lockdown.

Baca juga: Wall Street Ditutup Menguat berkat Data Tenaga Kerja AS

Dow Jones Industrial Average naik 0,04% menjadi 26.085,8 poin, sedangkan S&P 500 kehilangan 0,94% menjadi 3.155,22 dan Nasdaq Composite turun 2,13% menjadi 10.390,84, dilansir Reuters, Selasa (14/7/2020).

Data ekonomi baru-baru ini telah memperkuat kepercayaan bahwa ekonomi AS yang dipacu stimulus menuju pemulihan. Volume pada perdagangan bursa saham AS adalah 11,6 miliar saham, turun dibandingkan dengan rata-rata perdagangan selama 20 hari terakhir yang mencapai 11,9 miliar.

(kmj)

Football news:

Ronaldo, Messi, van Dijk, Sancho and Lewandowski - in the team of the season according to WhoScored
Maurizio Sarri: Juve are happy to have won perhaps the most difficult championship in the history of Serie A
Aubameyang is close to extending his contract with Arsenal until 2023
Rodri: Hazard is one of the best players in the world
We hit the Manchester United check for Alexis Sanchez: one goal – 11 million euros, a minute of playing time-20 thousand
Pep Guardiola: if Manchester City want to win the Champions League, they need to improve their defensive performance
The Premier League clubs voted against 5 substitutions next season