Indonesia

Zona Kuning 60 Persen, Kasus Aktif Jatim Terendah Ke-2 Se-Indonesia

JawaPos.com–Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Pesan tersebut berkaitan dengan progres penanganan kasus Covid-19 yang semakin baik di Jawa Timur.

”Alhamdulillah, Jawa Timur konsisten memiliki kesembuhan yang lebih tinggi dibandingkan kasus baru. Kapasitas testing juga terus naik sehingga positivity rate menurun,” ujar Khofifah pada Kamis (29/10).

Hasil per 26 Oktober, berdasarkan pengolahan data dari Kemenkes, Jawa Timur menjadi provinsi dengan persentase kasus aktif terendah no 2 se-Indonesia.

Menurut gubernur, hal itu menjadi kabar menggembirakan bagi semua pihak. Terlebih lagi, Jatim juga pernah mengalami lonjakan kasus yang signifikan pada Juli–Agustus. Bahkan pada Agustus, kasus Covid-19 secara kumulatif menjadi tertinggi kedua setelah Provinsi DKI Jakarta.

”Meski begitu, Jawa Timur tetap terus konsisten untuk meningkatkan kapasitas 3T (testing, tracing,  dan treatment),” kata Khofifah.

Selain itu, lanjut dia, pemprov juga terus meningkatkan kedisiplinan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) kepada masyarakat melalui penegakan operasi yustisi serta kampanye pakai masker.

”Ini didukung semu elemen. Pemprov Jawa Timur bersama Forkopimda di hampir semua kabupaten dan kota, juga TNI/Polri,” tutur Khofifah

Menurut gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu, menurunnya kasus aktif Covid-19 adalah bukti sinergitas yang baik antara masyarakat bersama pemerintah, Forkopimda, TNI/Polri, laboratorium, rumah sakit serta tenaga kesehatan.

Data Kemenkes, terdapat lima provinsi dengan persentase kasus aktif terendah di Indonesia. Wilayah tersebut adalah Gorontalo (2,66 persen), Jawa Timur (4,55 persen), Kalimantan Selatan (5,97 persen), Bali (6,95 persen), dan Maluku Utara (8,67 persen). Secara kuantitatif, kasus aktif Covid-19 di Jawa Timur juga terendah dibandingkan provinsi lain di Jawa. Total kasus aktif Covid-19 Jawa Timur sebanyak 2.352 kasus, Jawa Tengah 3.762 kasus, Jawa Barat 9.897 kasus, dan DKI Jakarta 11.473 kasus.

Sementara itu, jumlah kasus yang melakukan tes selama periode 19–25 Oktober mencapai 27.279 kasus. Kasus positif yang ditemukan sebanyak 1.941 atau setara dengan positivity rate 7 persen. Jumlah kasus yang dites mengalami peningkatan dari minggu sebelumnya. Yakni pada 12–18 Oktober 24.703 kasus yang diperiksa dengan kasus positif 1.939 atau setara dengan positivity rate 8 persen.

Khofifah menambahkan, penegakan protokol kesehatan di Jatim saat ini telah menjangkau sekitar 3,5 juta warga melalui operasi yustisi. Pada 26 Oktober, operasi yustisi di Jatim telah digelar di 251.653 titik dengan jumlah orang yang ditegur sebanyak 2.612. Kerja sosial sebanyak 403.692 orang, denda administratif kepada 60.190 orang, sita KTP sebanyak 69.837 orang, penutupan 71 tempat usaha, serta 4 orang mendapatkan kurungan.

”Jatim sudah bebas dari zona merah, per 27 Oktober. Zona kuning di Jatim sebanyak 23 kabupaten/kota (60 persen) dan zona orange sebanyak 15 kabupaten/kota (40 persen). Kita terus mewanti-wanti masyarakat agar jangan sampai lengah dalam menerapkan protokol kesehatan maupun dalam pelaksanaan 3M. Kita harus ingat pandemi ini belum usai,” ujar Khofifah.

Saksikan video menarik berikut ini:

Football news:

Tuchel after 2:2 with Bordeaux: I always protect the players, but I refuse to do this. You can't play matches of this level
Ole Gunnar Solskjaer: Any decision I make is for the good of Manchester United. The main thing is the result
Mourinho on Tottenham: We don't have the same conditions as some clubs. They create a crazy market
Hazard was injured for the 8th time in 16 months at Real Madrid. He had 12 injuries in 7 years at Chelsea
Frank Lampard: Abramovich is a man who achieves his goals. Without this, it is impossible to achieve his position
Marcelo was actually grabbed by the hair. Clear penalty. Ex-referee Iturralde Gonzalez on the controversial episode in the match of Real Madrid
Gasperini on Atalanta's defeat: the Players are tired. We pay more for national team games than for the Champions League