logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

15 Perkara yang Bisa Mendatangkan Bencana, Apa Saja?

Allah SWT mendatangkan bencana akibat maksiat manusia.

REPUBLIKA.CO.ID, Tidak ada siapapun yang dapat menghalangi kekuasaan Allah SWT. Sebagian manusia hari ini seolah-olah hilang keyakinan untuk menjalankan tanggung jawab sebagai khalifah di bumi Allah.

Mungkin karena ulah manusia dan krisis yang terjadi di kalangan manusia, maka Allah sengaja menurunkan bencana kepada segelintir hamba-Nya sebagai ujian dan takdir yang tidak dapat ditolak.

Sesungguhnya hanya dengan keyakinan, keinginan yang kuat, istiqamah (konsisten) dan keinsyafan yang mendalam, yang dapat membuat manusia mampu memakmurkan bumi ini. Yaitu, dengan perbuatan yang diridhai Allah SWT, karena kita hanya makhluk Allah yang menetap sementara di alam ini. Semua kerakusan dan kejadian yang telah terjadi, bukanlah disebabkan oleh pihak tertentu saja.

Mungkin disebabkan rentetan peristiwa berkepanjangan akibat dari keegoisan manusia yang ingin menguasai bumi secara total dan sering menganggap orang lain tidak ubahnya budak. 

Tanpa sikap toleransi dan saling memahami, tentu saja berbagai kejadian negatif akan mudah meletus. Apabila tercetus rasa iri, permusuhan dan dendam, maka pasti akan timbul pertikaian yang akhirnya hanya akan memusnahkan sebagian besar makhluk di bumi.

Dapat dipahami bahwa Allah berhak menurunkan ujian apapun kepada hamba-Nya yang tidak bersyukur dengan nikmat dan kurnia-Nya, bahkan melakukan perbuatan yang selalu mengundang kemurkaan Allah. Ada waktunya Allah hanya menurunkan malapetaka kecil.

Itu adalah peringatan agar manusia segera berhenti melakukan sesuatu yang dapat mengundang kemarahan-Nya. Tetapi, apabila datang bencana yang lebih besar, itu bukan lagi sebagai peringatan, sebaliknya adalah bencana yang sengaja Allah turunkan untuk memberi pembalasan atas kerakusan manusia.

Firman Allah lagi, yang artinya: ''Wahai kaumku, mintalah ampun dari Tuhanmu dan bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang sangat lebat bagimu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan melakukan perbuatan dosa.'' (QS Hud: 52)

Keengganan menunaikan perintah agama seperti mengeluarkan zakat juga adalah salah satu hal yang bisa mengundang kemurkaan Allah. Di antaranya melalui kejadian kemarau panjang. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: ''Tidak menghalangi suatu kaum dari mengeluarkan harta mereka melainkan mereka (sebenarnya) menghalangi langit dari menurunkan hujan. Kalaulah tidak karena binatang yang ada di muka bumi ini, niscaya langit pasti tidak akan menurunkan hujan untuk selama-lamanya.'' (HR Muslim)

Diriwayatkan oleh Tarmidzi, dari Ali RA, bersabda Rasulullah SAW, yang artinya: ''Apabila umatku melakukan 15 perkara berikut, maka layaklah bagi Allah menimpakan bencana kepada mereka.'' 

Sebanyak 15 perkara itu, masing-masing: Apabila harta rampasan perang hanya dibagikan kepada orang tertentu. Apabila zakat dikeluarkan hanya untuk menebus kesalahan (dianggap sebagai denda). Apabila sesuatu yang diamanatkan menjadi milik sendiri (amanat tidak dijalankan). Apabila suami terlalu mentaati istri (hingga ibunya ditinggalkan atau lebih taat kepada istri dari pada ibunya).

Lalu, apabila anak mendurhakai kedua orang tuanya. Apabila seorang lebih memuliakan teman dari pada orang tuanya sendiri. Apabila yang lebih banyak terdengar adalah suara bising (yang sangat mengganggu pendengaran). Apabila keduniaan lebih banyak dibicarakan di dalam masjid.

Kemudian, apabila pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling hina dari mereka. Apabila seseorang dimuliakan kerana takut akan kejahatannya. Apabila minuman yang memabukkan (termasuk narkoba dan sejenisnya) menjadi minuman biasa dalam acara-acara. Apabila banyak lelaki memakai sutera.

Selanjutnya, apabila wanita diundang dalam suatu acara untuk menghibur lelaki. Apabila wanita mulai bermain alat musik. Apabila orang yang hidup kemudian menghina orang yang terdahulu (khususnya para alim ulama). Maka, sabda Rasullah: ''Pada saat itu, tunggulah bala yang akan menimpa dalam bentuk angin (puting beliung) dan gempa yang maha dahsyat atau tanaman yang tidak memberi hasil.''

sumber : Harian Republika

Themes
ICO