logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

3.591 Balita di Sigi Alami Stunting

3.591 Balita di Sigi Alami Stunting Vertikal ilustrasi anak stunting. ©Istimewa

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat terdapat 3.591 anak balita atau 24,7 persen mengalami stunting atau kerdil. Selain itu, terdapat 2.132 anak balita dengan kategori pendek (kuntet) dan 1.459 anak balita dengan kategori sangat pendek.

Angka ini berdasarkan aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat atau yang disebut e-PPGBM Puskesmas sampai dengan tanggal 6 Desember 2019.

Bupati Sigi, Moh Irwan Lapatta mengatakan pembangunan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat.

"Kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat hidup sehat tercermin dalam perilaku hidup bersih dan sehat," kata Irwan Lapatta dalam kampanye gerakan masyarakat hidup sehat di Lapangan Kantor Camat Tanambulava, Minggu (8/12), dilansir dari Antara.

1 dari 1 halaman

Promosi Kesehatan Bisa Tekan Stunting

Ia menyebut, promosi kesehatan juga penting dalam rangka percepatan, pencegahan dan penanganan stunting. Upaya ini harus diawali dari desa dan kecamatan. Promosi kesehatan dinilai bisa membantu memecahkan berbagai masalah kesehatan berbasis perilaku.

Irwan melanjutkan, penyelenggaraan promosi kesehatan baik di pusat maupan daerah harus dilakukan secara terintegrasi baik lintas program, sektor serta didukung dengan peran serta aktif masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha.

[ray]
Themes
ICO