logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

48.000 Warga Jateng Diprediksi Idap HIV/AIDS, Baru 50% Terdeteksi

Solopos.com, SOLO -- Sekitar 48.000 penduduk Provinsi Jawa Tengah (Jateng) diprediksi terinfeksi HIV/AIDS. Tapi dari jumlah itu baru 50 persennya yang berhasil dideteksi jajaran Dinas Kesehatan daerah.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, saat diwawancara wartawan di Solo, Sabtu (9/11/2019).

“Jadi estimasinya itu sekitar 48.000 [pengidap HIV/AIDS]. Tapi belum semuanya ditemukan. Data itu merujuk hasil riset. Kalau data [pengidap HIV/AIDS] yang sudah ditemukan paling sekitar 50 persennya atau 24.000 an,” ujar dia.

Yulianto menjelaskan belum ditemukannya seluruh pengidap HIV/AIDS lantaran berbagai masalah. Salah satunya masih tertutupnya para pengidap HIV/AIDS lantaran merasa malu penyakit mereka diketahui keluarga dan masyarakat.

Untuk itu Yulianto meminta partisipasi semua pihak membantu pendeteksian pengidap HIV/AIDS di Jateng.

“Kami bekerja sama dengan semua pihak untuk menjangkau sebanyak mungkn pengidap HIV/AIDS di wilayah kami,” urai dia.

Cara pendeteksian pengidap HIV/AIDS dengan pemeriksaan kesehatan. Menurut Yulianto semakin banyak pengidap HIV/AIDS yang terdeteksi justru semakin baik. Sebab bisa dilakukan penanganan medis secara tepat kepada mereka.

Disinggung penyebab penularan HIV/AIDS di Jateng, Yulianto menyatakan didominasi melalui hubungan seksual tak sehat. Parahnya lagi banyak ditemukan penularan HIV/AIDS dari para suami yang kerap "jajan" kepada istrinya.

Lebih parah lagi tak sedikit bayi yang tertular HIV/AIDS selagi dalam kandungan karena sang ibunda terinfeksi penyakit tersebut.

“Maka kami punya kebijakan agar ibu hamil yang punya faktor risiko itu harus diperiksa medis,” imbuh dia.

Berdasarkan catatan Yulianto, penyakit HIV/AIDS banyak ditemukan di daerah perkotaan, seperti Kota Semarang. Tapi saat ditanya seperti apa penularan HIV/AIDS di Kota Solo, Yulianto mengaku tidak hafal dengan data tersebut.

“Kalau di Jateng itu yang datanya tinggi di Kota Semarang dan Jepara. Kalau Solo saya lupa datanya. Tapi biasanya di perkotaan banyak ditemukan. Kalau penemuannya banyak itu malah bagus. Sebab tugas kami untuk mencari,” urai dia.

Wakil Ketua DPRD Solo, Sugeng Riyanto mengatakan Solo sudah punya Perda Penanggulangan HIV/AIDS dan Perda Penanggulangan Eksploitasi Seks Komersial. Penegakan perda penting untuk menekan penularan HIV/AIDS.

“Sangat penting melakukan langkah-langkah baik preventif maupun penindakan untuk menekan penularan penyakit itu,” kata dia.

Themes
ICO