Indonesia

6 Fakta Ampo, Kudapan Unik dari Tanah Liat Khas Cirebon

6 Fakta Ampo, Kudapan Unik dari Tanah Liat Khas Cirebon Ampo Makanan Tanah Liat Dari Cirebon. Liputan6.com ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Tanah liat merupakan bahan yang lazim digunakan untuk keperluan kerajinan keramik atau batu bata untuk bahan bangunan. Namun ada hal yang berbeda yang terdapat di Cirebon, Jawa Barat. Di Cirebon tanah liat disulap menjadi kudapan atau cemilan yang khas dan mulai langka untuk ditemui.

Bentuknya yang melingkar dan warnanya yang sedikit kehitaman menjadi daya tarik tersendiri bagi kuliner dari kota udang tersebut.

1 dari 6 halaman

Resep Turun Temurun

Makanan yang bisa disebut Ampo ini makin langka karena pengrajin kuliner tradisional khas Cirebon sudah sangat jarang. Satu di antaranya, Naziri (68), warga Desa Jamblang Blok Tegalang Kecamatan Jamblang, Cirebon.

Keahlian Naziri dalam meracik Ampo didapatnya secara turun temurun dari ibu dan neneknya yang memang juga membuat kudapan tersebut. Proses pembuatannya pun membutuhkan waktu yang cukup lama karena bahan bakunya bukan tanah liat sembarangan.

2 dari 6 halaman

Bahan Untuk Membuat Ampo

Naziri menjelaskan untuk membuat Ampo tanah liat yang digunakannya bukan tanah liat sembarangan. Ia menuturkan bahwa tanah tersebut haruslah dari tanah persawahan para petani dan diambil dari lapisan yang cukup dalam.

"Tanah yang diambil bukan sembarang tanah liat. Diambil di bagian dalam tanah yang ada di sawah petani," tutur Naziri.

3 dari 6 halaman

Sebagai Identitas Budaya Cirebon

Naziri juga menjelaskan bahwa Ia tetap berjualan Ampo mengingat Ampo sendiri merupakan warisan leluhur dan Ia mencoba untuk tetap menghargai kearifan lokal serta budaya leluhur. Selain sebagai makanan tradisional, Ampo juga diperuntukkan untuk acara tradisi atau ritual adat di wilayah Cirebon.

Naziri menambahkan bahwa Ampo sendiri juga diperuntukkan untuk acara seperti sedekah bumi dan posisi Ampo selalu jadi pelengkap sajen yang ditaruh diantara pucuk tumpeng. Paduannya dengan cabai bawang dan ikan asin yang ditusuk.

4 dari 6 halaman

Sebagai Bahan Pengobatan

Selain untuk acara ritual atau adat, Ampo juga saat ini masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat khususnya untuk pengobatan tradisional. Meski rasa yang ada dalam Ampo ini adalah rasa tanah, namun Ampo dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional.

Penyakit yang bisa disembuhkan oleh Ampo adalah pencernaan hingga penurun panas.
"Seperti menurunkan sakit panas, melancarkan pencernaan kepada anak. Bahkan ibu-ibu hamil juga masih ada yang ngidam Ampo," tutur dia.

5 dari 6 halaman

Cara Pembuatan Ampo

Unsplash.com 2020 Merdeka.com

Proses pembuatan Ampo sendiri memakan waktu cukup lama. Mula-mula tanah liat yang baru diambil dari dasar tanah petani kemudian dijemur di bawah terik matahari hingga kandungan air dari tanah tersebut hilang. Tanah liat hasil penjemuran lalu ditumbuk hingga halus menyerupai tepung.

Setelah ditumbuk, tanah tersebut disaring dengan air untuk kemudian dikeringkan. Setelah kering, Ampo kemudian dibentuk bulatan lonjong.

"Sambil diadon, Ampo dicampur abu dari jerami dan minyak kelapa. Setelah itu dibakar sampai kering sekitar setengah hari sampai Ampo nya berwarna hitam pekat," tutur Naziri.

6 dari 6 halaman

Dijual Rp 1.000 Rupiah

Berdasarkan penjelasan Naziri Ampo buatannya di hargai Rp 1000 per 3 buah. Ampo buatan Naziri juga banyak disuplai ke wilayah Indramayu dan seputaran Cirebon.

[nrd]