Indonesia

Abaikan Protokol Kesehatan, Warga Rebutan Bantuan Air Bersih

CILEGON - Kebahagiaan terpancar dari wajah-wajah ibu-ibu di Kampung Tembulun Kelurahan Mekarsari, Cilegon, Banten, Minggu, (20/9/2020). Keceriaan tampak di wajah mereka, karena mereka baru saja mendapatkan bantuan air bersih dari para relawan, Keluarga Besar Merak Banten (KBMB).

Sudah lebih dari tiga bulan lamanya, wilayah tembulun yang dihuni 245 kepala keluarga tersebut, mengalami krisis air bersih karena kemarau yang berkepanjangan. Bahkan untuk mendapatkan air, mereka harus rela berjalan kaki, menyusuri perbukitan, dengan berjalan kaki hingga hampir satu kilometer. (Baca juga : Pacari Janda hingga Hamil, Pria di Serang Racuni Kekasih dengan Racun Tikus)

Tinggal di daerah perbukitan, memaksa mereka untuk naik turun gunung untuk mendapatkan air bersih. Apalagi sumur yang menjadi sumebr air warga, kini telah mengering akibat tidak ada turun hujan.

Namun di tengah pandemi COVID-19, warga ternyata lebih takut tidak kebagian air, ketimbang terpapar virus. Mereka tampak berkerumun tanpa mengenakan masker, saat mengambil air di drum raksasa temapt penampungan air. Warga tampak tidak perduli jika saat ini, jumlah korban positif COVID-19, di kota Cilegon terus bertambah.(Baca juga : Upacara Bendera di Bukit Teletubbies, Lurah Suralaya: Tak Ada Pelarangan)

Mela (32), mengatakan jika mereka sangat membutuhkan air bersih, untuk kebutuhan mandi,cuci dan kakus.”Saat ini kami sangat membutuhkan air bersih, untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus. Saat ini warga selalu menggunakan air dari sumur yang kini mulai mengering. Sementara untuk kebutuhan air bersih atau air minum, kami beli ke penjual air, seharga Rp2 ribu perjeriken,"ujarnya.

Abaikan Protokol Kesehatan, Warga Rebutan Bantuan Air Bersih

Sementara itu, Ketua RT 04 Tembulun, Surdi mengaku senang mendapatkan bantuan air bersih saat ini.”Kami sangat senang mendapatkan bantuan air bersih karena hingga saat ini pemerintah belum sempat memberikan bantuan air bersih ke desa mereka. Sudah tiga bulan warga kami kesulitan mendapatkan air bersih, karena dua sumur sebagai tempat warga mendapatkan air saat ini tengah mengering akibat kemarau panjang” paparnya.

Dalam sekejab, 4.000 liter air bersih bantuan tersebut ludes di rebutkan 245 warga setempat. Banyaknya warga, membuat satu keluarga hanya kebagian satu jeriken air bersih saja. Warga berharap pemerintah mau membantu mereka untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga.

(nun)

Football news:

Barcelona - the first team to score for two 17-year-old players in a Champions League match
Atalanta's development has reached a crucial point: the club will soon turn into either Napoli or Roma. Miranchuk - a symbol of change
Sharonov joined the coaching staff of Cyprus Paphos
Yuran headed Khabarovsk SKA
Brugge forward Dennis on goal for Zenit: I said that I only score grandees, but it was a joke
PSG defender Kimpembe Pro 1:2 with Manchester United: We can only blame ourselves
Lopetegui Pro 0:0 with Chelsea: Sevilla showed a good team game