logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Aktivitas Fisik Bisa Membantu Turunkan Risiko Patah Tulang Panggul pada Wanita Lansia

Aktivitas Fisik Bisa Membantu Turunkan Risiko Patah Tulang Panggul pada Wanita Lansia Ilustrasi wanita tua. ©shutterstock.com/OtnaYdur

Merdeka.com - Memastikan tubuh terus bergerak melalui aktivitas fisik merupakan cara tepat untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun rupanya, dampak yang diberikan dari aktivitas fisik ini pada wanita lanjut usia ternyata lebih dari itu.

Aktivitas fisik selama ini diketahui mampu membuat orang lanjut usia tetap tajam dan terhindar dari sejumlah penurunan fungsi otak. Dilansir dari The Health Site, penelitian terbaru mengungkap bahwa hal ini ternyata juga bisa mengurangi risiko patah tulang panggul dan bagian lain pada wanita lanjut usia.

Penelitian ini mempelajari evaluasi komprehensif dari aktivitas fisik dan patah tulang yang terjadi pada wanita usai menopause. Peneliti melakukan penelitian terhadap lebih dari 77 ribu partisipan selama 14 tahun.

Selama 14 tahun penelitian tersebut, 33 partisipan diketahui mengalami setidaknya satu patah tulang. Risiko tersebut diketahui berhubungan juga dengan aktivitas fisik yang terjadi.

Wanita yang memiliki tingkat aktivitas fisik sangat tinggi dihitung setidaknya 35 menit lebih melakuakn kegiatan rekreasional harian dan pekerjaan rumah tangga. Mereka diketahui memiliki risiko patah tulang panggul 18 persen lebih rendah dan patah tulang secara keseluruhan 6 persen lebih rendah.

1 dari 1 halaman

Menurunnya Aktivitas Fisik Berhubungan dengan Risiko Patah Tulang

"Temuan ini menghadirkan bukti bahwa menurunnya patah tulang merupakan manfaat positif dari aktivitas fisik secara rutin pada wanita lanjut usia," terang peneliti Jean Wactawski-Wende, PhD, dekan dari University at Buffalo School of Public Health and Health Professions.

"Patah tulang sangat umum terjadi pada wanita pasca menopause dan berhubungan dengan hilangnya kebebebasan, keterbatasan fisik, serta meningkatnya kematian," terang Wactawski-Wende.

"Aktivitas ringan seperti berjalan bisa menurunkan risiko patah tulang secara signifikan yang pada selanjutnya menurunkan risiko kematian," sambungnya.

Aktivitas fisik non-rekreasional seperti melakukan pekerjaan rumah tangga bisa menurunkan risiko patah tulang jenis tertentu. Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang penting bagi kesehatan umum melihat bahwa aktivitas fisik yang ringan umum dilakukan orang lanjut usia. [RWP]

Baca juga:
Bayi yang Lahir dari Ibu Usia Tua Lebih Berisiko Alami Masalah Jantung
Konsumsi Avokad Bisa Bantu Mencegah Terjadinya Diabetes
Pria Lajang yang Hobi Menonton Film Porno Rentan Alami Disfungsi Ereksi
Konsumsi Protein Terlalu Banyak Bisa Timbulkan Masalah pada Ginjal

Themes
ICO