logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Anak Hobi Ngemil Disebut Punya Pola Diet Lebih Baik

Meski lebih baik, peneliti sebut orang tua harus tetap perhatikan cemilan anak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anak-anak yang makan snack atau ngemil di antara waktu makannya mungkin mendapatkan buah-buahan dan nutrisi sehat tiap harinya. Meski sering kali anak hobi ngemil mengonsumsi makanan yang kurang sehat.

Hal itu disebutkan dalam studi kecil yang menunjukkan kualitas diet anak-anak.
Dilansir dari Reuters, para peneliti memeriksa data tentang kebiasaan makan di antara 150 keluarga di Minneapolis-St. Paul, Minnesota, dengan anak-anak berusia 5 hingga 7 tahun. Tim studi menyurvei peserta pada tiga kesempatan terpisah tentang apa yang mereka makan dan minum selama 24 jam sebelumnya.

Ketika para peneliti hanya melihat makanan yang dimakan anak-anak, anak-anak memiliki skor rata-rata yang disebut Indeks Makan Sehat (HEI) rata-rata 55,3 dari kemungkinan 100 poin untuk diet yang optimal. Tetapi ketika peneliti juga melihat makanan ringan dengan skor rata-rata anak-anak naik menjadi 57,1.

"Di antara anak-anak yang termasuk dalam penelitian ini, ngemil ditemukan berkontribusi positif terhadap kualitas diet secara keseluruhan," kata penulis utama studi Katie Loth dari University of Minnesota dan rekannya menulis dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics.

Tapi orang tua juga patut memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi si anak saat ngemil.

"Namun, ngemil juga ditemukan berkontribusi pada konsumsi rata-rata anak-anak dari biji-bijian olahan dan minuman manis," tulis Loth dan rekannya.

Dengan hanya makanan yang dihitung, anak-anak rata-rata konsumsi 3,9 porsi biji-bijian olahan seperti roti dan 0,4 porsi minuman manis seperti soda dan minuman buah. Termasuk makanan ringan, anak-anak mendapat 5 porsi harian biji-bijian olahan dan 0,54 porsi minuman manis setiap hari.

Anak-anak dalam penelitian ini mendapatkan rata-rata 1.215 kalori sehari dari makan saja, dan rata-rata 1.581 kalori setiap hari ketika para peneliti mengamati makanan dan camilan.

Termasuk makanan ringan, anak-anak mendapat rata-rata 1,08 porsi buah, 1,29 porsi sayuran, 4,26 porsi protein, dan 2,15 porsi susu setiap hari.

Menghitung hanya makan, rata-rata mereka hanya dua pertiga dari satu porsi buah setiap hari, 3,88 porsi protein, dan 0,59 porsi sayuran. Data ini menunjukkan bahwa makanan ringan dapat membantu anak-anak mendapatkan lebih banyak makanan sehat yang mereka butuhkan.

Mengonsumi camilan tampaknya membuat perbedaan yang lebih besar dalam kualitas diet keseluruhan untuk anak laki-laki daripada perempuan. Tidak termasuk makanan ringan, maka dari analisis diet berkontribusi pada penurunan skor kualitas diet 2,5 poin untuk anak laki-laki tetapi hanya penurunan 1 poin untuk anak perempuan.

Dampak ngemil pada kualitas diet juga tampak bervariasi untuk kelompok ras dan etnis yang berbeda. Skor diet dengan dan tanpa camilan serupa untuk anak-anak Afrika-Amerika, sekitar 49. Skor diet rata-rata naik dari 59,1 dengan makanan hanya menjadi 61,1 termasuk makanan ringan untuk anak-anak Hispanik; dari 53,4 hingga 54,7 untuk anak-anak Hmong; dari 53,4 hingga 56 untuk anak-anak asli Amerika;dari 60,2 hingga 62,7 untuk pemuda Somalia; dan dari 56,7 hingga 58,6 untuk anak-anak kulit putih.

Tapi patut diingat, studi ini bukan eksperimen terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah atau bagaimana mengemil bisa secara langsung meningkatkan kualitas diet atau hasil kesehatan untuk anak-anak. Terdapat batasan-batasan penelitian yang belum dapat disimpulkan.

"Riset selanjutnya akan fokus untuk memahami pengaruh pilihan makanan anak untuk waktu ngemil dam tantangan menyajikan snack yang lebih sehat," tulis tim peneliti.

Themes
ICO