Indonesia

Anggota Polres Metro Jakarta Pusat Ikut Test Urine Narkoba, Ini Hasilnya

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Idham Azis tak segan untuk menghukum mati oknum polisi yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Hal itu ia sampaikan dalam pemusnahan sejumlah barang bukti narkoba di Polda Metro Jaya, pada Kamis (2/7) lalu.

Dengan adanya hal itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto pun langsung merespone dengan melakukan test urine terhadap anggotanya. Hal ini dilakukan agar tak adanya penyalahgunaan narkoba terhadap anggota.

"Kami sudah lakukan tes urine terhadap anggota. Hasilnya semua negatif narkoba," kata Heru, Jakarta, Minggu (5/7).

Dalam pelaksanaan test urine ini sendiri dikakukan terhadap 124 orang, yang mana mayoritasnya dari satuan reserse narkoba.

Heru menegaskan, pihaknya tak akan pernah mentolelir anggotanya jika terbukti terlibat dengan barang haram (narkoba).

"Kami langsung pecat dan beri hukuman tegas," tegasnya.

Tak didapat hasil tes positif dari pemeriksaan urine personel. Pemeriksaan terhadap anggota ini dilakukan secara acak tanpa dilakukan pemberitahuan. Informasi dari pimpinan ataupun sesama anggota juga menjadi acuan penunjukan anggota polisi yang diperiksa.

"Kalau ada yang didapati konsumsi atau main mata dengan pelaku narkoba, kita lihat dulu apakah itu anggota pemakai atau justru ikut mengedar. Jika didapati, pastinya akan dipecat dari kesatuan kepolisian," tutupnya.

Sebelumnya, Mesin pemusnah narkoba memiliki peran penting untuk melakukan pemusnahan barang haram berskala besar. Menurut Idham, jika semakin cepat barang bukti narkotika dimusnahkan akan mengurangi bahaya yang datang dari dua sisi.

"Dari orang luar, dari dalam bisa polisinya sendiri. Kalau tidak cepat dimusnahkan, iman goyah, pegang segenggam bisa melihara. Saya kalau ngomong ini banyak tidak suka, karena saya terlalu berterus terang. Tapi begitu, Presiden kemarin sudah perintah kita harus reformasi total," kata Idham di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2020).

Untuk itu dia mengancam anggota Polri yang kedapatan menggunakan barang haram tersebut dengan pidana mati.

"Saya harus menyampaikan juga kepada semua Dirnarkoba, itu saya paling rewel, bener nggak itu pengamanan barang buktinya, ya kan. Cek itu anggota, sekali-kali tes urine, bener nggak. Karena banyak kejadian yang begitu," tuturnya.

Untuk itu, Idham meminta para komandan, khususnya yang memimpin penanganan pemberantasan narkoba, dapat menjalankan tanggung jawab moral untuk membina dan membimbing anggotanya.

Hal buruk yang sudah terjadi di masa lalu wajib menjadi pembelajaran bagi instansi Polri.

"Nah kalau polisinya sendiri yang kena narkoba, hukumannya harus hukuman mati sebenarnya. Karena dia sudah tahu undang-undang, dia tahu hukum, seperti itu," Idham menandaskan.

Penegasan itu disampaikan Idham saat memimpin pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1 ton di Polda Metro Jaya, Jakarta. Barang bukti tersebut merupakan hasil sitaan tiga tangkapan yang dua di antaranya merupakan jaringan internasional. [ded]

Football news:

West ham midfielder Antonio is the best player in the Premier League in July. He scored 8 goals in 7 matches
Brih is scheduled for the Manchester City – Real Madrid match. Zweier will judge the Juventus-Lyon game
Fulham returned to the Premier League, earned 135 million pounds and destroyed the fairytale of Brentford. Everything was decided by the trick of the defender and a stupid mistake of the goalkeeper
Fabinho: this Liverpool will be remembered forever. The title in the Premier League is special, because we had to wait so long
Tuchel asked PSG to buy Alaba from Bayern. The player wanted to receive 20+ million euros a year
Messi-Casillas: you are an incredible goalkeeper. It was a beautiful rivalry that made you overcome yourself
Ferran Torres: Ronaldo was the best. He is an example for everyone who wants to achieve the maximum in football