logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
o
q
y
Nothing found
ICO
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Asian Games 1982, Awal Cina Jadi Kiblat Olahraga Asia

Asian Games 1982 jadi awal mula tergusurnya Jepang sebagai penguasa olahraga Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, Asian Games 1982 menjadi panggung Cina dalam mengukuhkan status sebagai negara yang fokus menghasilkan atlet-atlet berprestasi di sebuah pesta olahraga. Tak bisa dimungkiri, Cina kini jadi satu-satunya wakil Asia yang bisa membendung negara-negara Barat dalam menguasai Olimpiade.

Sejarah mencatat, cuma Cina negara asal Asia yang masuk ke dalam daftar 10 besar peraih medali emas Olimpiade terbanyak sepanjang masa. Negeri Tirai Bambu duduk di peringkat ketujuh dengan koleksi 526 medali. Rinciannya, 213 emas, 166 perak, dan 147 perunggu.

Hebatnya, Cina mengumpulkan ratusan medali itu cuma dalam 19 kali keikutsertaan. Bandingkan dengan posisi keempat, Inggris yang sudah 49 kali ikut. Negeri Ratu Elizabeth itu mengoleksi 806 medali. Hanya unggul 300 medali dari Cina yang dalam sekali ikut Olimpiade umumnya selalu sanggup meraup seratus medali lebih. Contohnya seperti yang Cina lakukan di Olimpiade 2008. Kontingen Cina sanggup meraih 100 emas dan menempati peringkat pertama di klasemen akhir.

Segala keberhasilan Cina di ajang Olimpiade hingga terakhir menempati posisi ketiga di Rio De Janeiro 2016 ini diawali dengan keberhasilan menguasai kawasan Asia di tahun 1982. Dalam gelaran pesta olahraga di India itu, Cina keluar sebagai juara umum setelah mengoleksi perolehan medali terbanyak dan bersaing sengit dengan Jepang. Asian Games 1982 pun jadi awal mula tergusurnya Jepang dari singgasana penguasa olahraga Benua Kuning hingga sekarang.

Kembali ke India untuk Berkuasa

Kegemilangan Cina di Asian Games 1982 juga menarik dibahas dari sisi tuan rumah, India. Kota Delhi terpilih sebagai penyelenggara event yang digelar dari 19 November sampai 4 Desember tersebut.

Menariknya, kota ini juga menjadi tempat Asian Games jilid pertama pada 1951 silam. Selama 31 tahun lamanya atau delapan kali gelaran sejak saat itu, Jepang selalu jadi nomor satu dalam perolehan medali.

Kontingen Cina seperti ingin memulai lembaran baru di Asian Games dengan meraih titel juara umum di tempat pertama pesta olahraga empat tahunan itu dilaksanakan. Secara gemilang, Pasukan Negeri Panda meraih 153 medali sehingga berhak menduduki posisi pertama klasemen akhir.

Ini menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi Cina karena pada gelaran Asian Games pertama 31 tahun sebelumnya, Cina tak mampu ambil bagian. Faktor ekonomi dan politik masih membelenggu Cina untuk bisa bicara di dunia internasional dalam sektor apapun, termasuk olahraga.

us!