Indonesia

Baubau Inflasi Tertinggi Se-Sulawesi, Kedua Se-Indonesia

BUTONPOS.COM BAUBAU – Berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau periode Juni 2018, Kota Baubau mengalami inflasi sebesar 1,30 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,96.

Dari persentase tersebut, lantas menjadikan Kota Baubau sebagai kota dengan inflasi tertinggi se-Sulawesi dan kedua se-Indonesia setelah Kota Tual yang persentase inflasinya mencapai 1,88.

Kepala BPS Kota Baubau, H Sudirman K menjelaskan, inflasi yang terjadi di Kota Baubau saat ini disebabkan adanya peningkatan nilai indeks harga konsumen yang signifikan pada hampir semua indeks kelompok pengeluaran.

Dari kelompok pengeluan itu, lanjut Sudirman, tercatat, 10 komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi. Diantaranya, angkutan udara yang mengalami perubahan harga 19,75 persen dengan andil inflasi sebesar 0,3123 persen. Disusul ikan kembung, mengalami perubahan harga sebesar 11,92 persen dengan andil inflasi sekitar 0,24 persen.

Ikan bakar, perubahan harga meningkat sebesar 12,70 persen dengan andil inflasi sekitar 0,21 persen. Ikan cakalang mengalami perubahan harga 15,47 persen dengan andil inflasi sebesar 0,20 persen. Cumi-cumi perubahan harga sebesar 21,59 persen dengan andil inflasi sekitar 0,18 persen. Ikan katamba, perubahan harga sebesar 2,75 persen dengan andil inflasi sekitar 0,02 persen. Kacang panjang mengalami perubahan harga sebesar 10,16 persen dengan andil inflasi sekitar 0,15 persen. Tomat sayur perubahan harganya sebesar 5,83 persen dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen. Rokok kretek mengalami perubahan harga sebesar 3,92 persen dengan andil inflasi sekitar 0,02 persen dan terakhir telur ayam ras mengalami perubahan harga sebesar 2,83 dengan andil inflasi sekitar 0,02 persen.

“Komoditi penyumbang inflasi terbesar adalah hasil laut yakni ikan dan angkutan udara,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Baubau, La Ode Ali Hasan mengatakan, Kota Baubau memang rentan dengan inflasi. Upaya antisipasi dari TPID sendiri terkait inflasi yang terjadi sekarang telah dilakukan. Baik dari segi pemenuhan stok hingga distribusi.

“Ini menjadi dilema kita juga sebenarnya, karena kalau bicara penanganan inflasi, kita sudah lakukan. Tinggal kondisi di lapangan yang tidak mendukung terutama kapasitas cold storage yang terbatas. Sehingga untuk menampung ikan pada saat cuaca kurang bagus dan nelayan tidak melaut, stok ikan menjadi terbatas,” terangnya.

Ali Hasan menambahkan, jenis komoditi yang setiap tahun mengalami perubahan harga yakni angkutan udara dan selalu terjadi inflasi. Sehingga solusi utama untuk mengatasi masalah ini dengan melakukan penambahan maskapai serta perluasan kapasitas bandara.

Sementara untuk komoditas lain masih cukup aman. Stok yang tersedia masih cukup aman, utamanya beras masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga empat bulan kedepan.

“Yang kita perlu antisipasi saat ini, untuk pemenuhan kebutuhan menjelang lebaran adalah ayam potong. Ayam potong di Kota Baubau sekitar 80 hingga 90 persen didatangkan dari luar. Saat ini masih kita upayakan untuk mengatasi hal itu,” imbuhnya.(m2)

Football news:

Zinedine Zidane: People always talk about Real Madrid, because This is the most important club in history
Lukas Podolski: Sane hasn't reached the top level yet. He needs to play for the national team, win the Euro or the world Cup
Police arrested a 12-year-old boy in the case of threats against Zaa
These people are sick. They need help. The fear and loathing of the North London Derby
Farfan's goal could not be counted: before that, the referee called from the goal, and CHorluka just took the ball and ran forward with it
Son has scored 10+ goals for Tottenham in the Premier League four seasons in a row
Milan are Interested in the striker of Lille Osimana