Indonesia

Belum Ada Renegosiasi Kontrak Persebaya dengan David Da Silva

JawaPos.com – Proses renegosiasi kontrak sudah dilakukan manajemen Persebaya Surabaya. Pemain, pelatih, dan ofisial sudah mendapat tawaran kontrak baru. Manajer Candra Wahyudi menyebut perkembangan renegosiasi kontrak sudah sampai 95 persen.

Namun, ada pemain yang belum melakukan pembicaraan kontrak baru. Siapa? Dia adalah striker asal Brasil David da Silva. Hal itu tidak ditampik sang agen Antonio Teles. ’’Belum ada negosiasi (kontrak), Bro,’’ kata Teles saat dihubungi Jawa Pos. Pihaknya memilih menunggu. ’’Kami tunggu kepastian soal liga,’’ tambahnya.

Hanya, saat ditanya apakah Da Silva setuju soal aturan gaji 50 persen, Teles enggan buka suara. ’’Masalah kontrak itu pribadi pemain. Saya tidak berhak bicara,’’ ucapnya. Teles juga tidak mau bicara lebih jauh soal kemungkinan pembicaraan kontrak baru dengan manajemen Green Force –julukan Persebaya. Sebab, Da Silva dianggap lebih layak berbicara soal kontrak anyar.

Jawa Pos kemudian berusaha melakukan konfirmasi ke pihak manajemen. Tapi, tidak ada jawaban yang diberikan. Namun, jika menilik pernyataan Da Silva sebelumnya, dia sangat ingin kompetisi dilanjutkan. Sebab, jika kompetisi berlanjut, dia bisa mendapatkan kembali gaji sebagai pemain. Dengan begitu, dia bisa menafkahi keluarganya.

Yang jadi masalah, apakah Da Silva tahu ada aturan soal kontrak baru? Teles juga tidak mau menjawab soal itu. Yang jelas, pihaknya masih menunggu tawaran dari Persebaya. Hanya, kalau melihat performa Da Silva, Persebaya jelas akan berusaha keras mempertahankan bomber 30 tahun tersebut. Sebab, dia merupakan striker utama Green Force.

Musim lalu, dia mampu mencatatkan 12 gol dan 3 assist dari 16 laga. Statistik itu menunjukkan betapa pentingnya peran pemain berkepala plontos tersebut. Musim ini, peran Da Silva juga masih sangat dibutuhkan. Buktinya, dari dua laga yang dilakoni Persebaya musim ini, bapak dua anak itu sudah mengemas satu gol. Sayang, dari dua laga tersebut, Persebaya belum pernah meraih kemenangan.

Sejatinya, aturan gaji 50 persen sudah lama dikhawatirkan manajemen Persebaya. Sekretaris Ram Surahman bahkan meminta federasi untuk menjamin setiap klub agar tidak dituntut FIFA. Sebab, tidak semua pemain asing setuju dengan aturan gaji 50 persen. ’’Jangan sampai klub yang dirugikan dengan aturan ini. Istilahnya, jangan sampai susah di akhir nanti,’’ kata Ram.

Arema FC jadi salah satu klub yang merugi akibat aturan tersebut. Mereka ditinggal sang pelatih, Mario Gomez. Selain itu, striker Jonathan Bauman ikut hengkang. Mereka tidak setuju dengan aturan gaji 50 persen.

Sejauh ini, pemain asing yang sangat mungkin setuju melanjutkan kontrak bersama Green Force adalah Makan Konate. Sebab, pemain asal Mali itu tetap berada di Surabaya selama pandemi sehingga tim pelatih bisa melakukan pendekatan dengan mantan gelandang Arema FC tersebut.

Football news:

Robles on refereeing the match with Real Madrid and VAR: dubious episodes are always Interpreted in favor of top clubs
Conte on 4:3 with Fiorentina: impressed with Inter's attack. We didn't have enough balance, we paid for it
Zidane about 3:2 with Betis: real can get better and will. A difficult game, but we believed in winning until the end
Dest said goodbye to the Ajax players and will fly to Barcelona today (Gerard Romero)
Vidal made his debut for Inter in the match against Fiorentina
Barcelona will only consider Zinchenko if Firpo leaves
The referee after VAR for a foul on Jovic removed defender Betis Emerson