logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Beredar Ajakan Aksi Massa di MK, BPN: Dipastikan Itu Hoaks

JAKARTA – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Andre Rosiade, membantah beredarnya undangan aksi massa di Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam undangan tersebut tertera aksi akan dilaksanakan pada 26–28 Juni dan difasilitasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

"BPN Prabowo-Sandi tidak pernah memfasilitasi acara tersebut," kata Andre ketika dikonfirmasi Okezone, Minggu (16/6/2019).

(Baca juga: Sandiaga Terus Ingatkan Pendukungnya Tetap Tenang Mengikuti Sidang MK)

Andre memastikan pihaknya tidak tahu-menahu soal ajakan tersebut dan memastikan bahwa hal itu merupakan hoaks atau informasi palsu.

"Kami BPN menegaskan ini adalah hoaks dan BPN tidak pernah memfasilitasi acara ini," ungkap Andre.

Hoaks atau hoax. (Foto: Okezone)

Sebagaimana diketahui, sebelumnya beredar pesan singkat di layanan pesan singkat Whatsapp terkait ajakan pendukung Prabowo-Sandi merapatkan gerakan khusus di akhir bulan yakni pada 25–28 Juni 2019.

Dalam narasi undangannya bahwa kegiatan itu merupakan puncak dari aksi untuk memenangkan Prabowo-Sandi dan dihadiri oleh perwakilan dari 34 provinsi.

(Baca juga: BPN Prabowo Rancang Taktik Hadapi Sidang Lanjutan MK)

Mereka juga bakal melakukan longmarch mulai dari bandara maupun stasiun dan mengelilingi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, yang dimulai pukul 10.30 WIB.

Adapun jumlah masa sendiri disebutkan mencapai 12–22 juta orang dan akan diisi aksi orasi damai. Di akhir undangan dikatakan bawah Prabowo-Sandi mengetahui acara tersebut.

(han)

All rights and copyright belongs to author:
Themes
ICO