Indonesia

Beri Klarifikasi soal Merek Merdeka Belajar, Mas Nadiem dan Mbak Najelaa Kompak Banget

jpnn.com, JAKARTA - Polemik tentang slogan Merdeka Belajar sebagai merek dagang milik PT Sekolah Cikal yang dijadikan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya klir.

Mendikbud Nadiem Makarim dan Founder PT Sekolah Cikal Najelaa Shihab pun memberikan klarifikasi atas masalah tersebut.

Baik Nadiem maupun Najelaa sama-sama menyebut tidak ada masalah krusial terkait penggunaan slogan Merdeka Belajar untuk program Kemendikbud.

"Nama Merdeka Belajar dapat digunakan bersama selama untuk kepentingan dunia pendidikan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Hal ini diperkuat dengan kesiapan Sekolah Cikal menghibahkan hak atas merek dagang dan merek jasa Merdeka Belajar pada Kemendikbud," kata Nadiem dalam bincang media secara daring, Jumat, (14/8).

Dia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Sekolah Cikal yang selama bertahun-tahun telah menggerakkan Merdeka Belajar dengan semangat gotong royong ke komunitas guru.

Najelaa pun menguatkan pernyataan Nadiem. Menurut dia, baik Sekolah Cikal maupun pihak lain tetap bisa menggunakan slogan Merdeka Belajar  untuk kepentingan pengembangan pendidikan tanpa kompensasi apa pun sepanjang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mempunyai visi yang sama dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berkualitas dan setara, keputusan menghibahkan hak atas merek Merdeka Belajar ini kami harap akan mengakhiri polemik dan sorotan yang sempat mengemuka,” ujar Najelaa.

Kemendikbud telah meluncurkan lima episode Merdeka Belajar. Episode pertama Merdeka Belajar tentang mengubah ujian nasional menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter, serta menghapus ujian sekolah berstandar nasional, menyederhanakan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan menyesuaikan kuota penerimaan peserta didik baru berbasis zonasi.

Football news:

Olas on Depay and Aouar: those who do not have time to leave before October 2, will remain in Lyon
Liverpool pinned Arsenal: Robertson brought, but corrected, Jota scored the team's 400th goal in the Premier League under Klopp
Zhota about the 1st goal for Liverpool: an Incredible feeling. It's a pity the stadium wasn't full
Mikel Arteta: Liverpool is the standard that Arsenal must achieve. They are superior to us in many aspects
Leicester lead the Premier League after three rounds. Liverpool and Everton also scored 9 points
Jurgen Klopp: Roy Keane said Liverpool showed sloppy football? I want to hear it. Incredible game description
Manchester City refused to buy Coulibaly after the transfer of Dias