Indonesia

Berkas Perkara Habib Bahar Smith Dilimpahkan ke Kejaksaan

Habib Bahar bin Smith ditetapkan tersangka dugaan penganiayaan sopir taksi online.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar melimpahkan berkas perkara dugaan penganiayaan sopir taksi online dengan tersangka Habib Bahar bin Smith. Pelimpahan berkas perkara tahap satu  ini dilakukan penyidik ke Kejaksaan Tinggi Jabar.

‘’Sudah dikirim (berkas) ke kejaksaan. Penyerahan berkas penyidikan tahap satu," kata Kabid Humas Polda Jabar,  Kombes Erdi  Chaniago, Senin (30/11).

Dengan dilimpahkannya berkas tersebut, kata Erdi, maka jaksa akan melakukan penelitian dan menelaah. Bila dianggap sudah lengkap, maka penyidik akan melakukan pelimahan tahap kedua yaitu berkas dan tersangka ke Kejaksaan. Dalam perkara ini tersangka Habib Bahar dijerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan. Korbannya  seorang sopir taksi online bernama Andriansyah.

Ini adalah kali kedua Bahar berurusan dengan penyidik Polda Jabar dalam kasus penganiayaan. Hanya saja kasus dugaan penganiayaan kali ini terjadi pada 2018.  

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Patoppoi, membenarkan penetapan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka. Dalam keterangannya, ia mengatakan tersangka dijerat dengan Pasal 170 dan atau Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Menurut dia, dari hasil gelar perkara penyidik memiliki cukup bukti untuk menetapkan Bahar yang kini berstatus terpidana sebagai tersangka.

Patoppoi mengatakan, setelah penetaan tersangka penyidik akan melakukan koordinasi dengan Ditjen PAS Kemenkum HAM. Pasalnya saat ini tersangka tengah menjalani masa hukuman di Lapas Gunung Sindur, Bogor.


‘’Penyidik akan melakukan koordinasi dengan Ditjen PAS Kemenkum HAM untuk memeriksa tersangka yang kini ada di lapas,’’ ujar dia.

Penyidik Reskrimum Polda Jabar namun gagal memeriksa Habib Bahar Smith di Lapas Gunung Sindur, Senin (23/11). Tersangka menolak diperiksa polisi  dan hanya mau memberikan keterangan saat sidang di pengadilan. ‘’Tersangka tidak mau dimintai keterangan oleh penyidik,’’ kata Direktur Reskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Patoppoi.

Tim Kuasa Hukum Habib Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta, membenarkan adanya laoran kasus tersebut. Menurut dia, kasus yang disangkakan kepada kliennya  berlangsung tahun 2018.

Pelapor, kata dia, bernama Andriansyah. Ia mengatakan, kasus tersebut sebenarnya sudah diselesaikan melalui perdamaian kedua pihak. Bahkan, kata dia, surat  perdamaian dan rekaman videanya masih ada.

‘’Ini kasus tahun 2018. Sudah ada perdamaian dengan pelapor. Ada bukti perdamaian dan pencabutan laporan, ada kompensasi pengobatan,  kita punya video si korban yang menyatakan kita sudah damai,’’ ujar dia dalam keterangannya.

Football news:

Ex-CSKA forward Denis Popov has been appointed head coach of SKA Rostov
Solskjaer after 1-2 with Sheffield: Manchester United have no time to feel sorry for themselves. Saturday's match with Arsenal
Brother Chalova moved to the Serbian Subotica
Barcelona will not sign Garcia in the winter due to financial problems
Rodgers on the draw with Everton: It was unlucky that Leicester did not score the second goal
Ancelotti on 1-1 with Leicester: I don't remember Hames scoring with a right before
Andrea Pirlo: In my 1st season at Juve, we were behind Milan, but we took the title. Everything depends on us