Indonesia

Bryan Enggan Dijadikan Pahlawan Fulham

Kedua gol Bryan dan juga satu gol Brentford dicetak pada babak tambahan

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Dua gol full-back Joe Bryan sukses membawa Fulham kembali ke Liga Premier setelah satu tahun terdampar di Liga Championship karena terdegradasi dua musim lalu berkat kemenangan 2-1 melawan Brentford dalam final playoff Championship di Stadion Wembley, Rabu (5/8) dini hari WIB.

Namun demikian Joe Bryan menolak disebut pahlawan di balik keberhasilan timnya mendampingi Leeds United dan West Brom promosi ke liga utama musim 2020-2021.

Kedua gol Bryan dan juga satu gol Brentford dicetak pada babak tambahan setelah selama 90 menit waktu normal kedua tim seri 0-0.

"Saya bukan pahlawan," kata Bryan seperti dikutip Reuters, ketika rekan-rekan satu timnya merayakan sukses mereka kembali ke Liga Premier.

"Setiap orang dari mereka, anak-anak ini, para pemain, staf, pendukung, semua hal yang bersama kami sepanjang musim, sudah benar-benar luar biasa," sambung Bryan.

"Kami sudah dihapus, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh kali. Saya kira saya bahkan pernah membaca di suatu tempat bahwa kami takut menghadapi mereka, tapi kami mengalahkan mereka dengan mencetak gol dua kali, mereka telah mempersulit kami," tutup Bryan.

sumber : antara

Football news:

Jose Mourinho: what happened to Dyer is not normal, he was dehydrated. If the League management doesn't care about the players, I don't
Jose went berserk twice during the match with Chelsea: ran over Lampard and ran to look for Dyer - he rushed to the toilet right during the game
Lampard on relegation from the League Cup: we Need to keep a positive attitude. Everything will come if Chelsea score second, leading the score
Call of nature, what can you do? Dyer explained why he ran to the dressing room during the match with Chelsea
Mourinho and Lampard shook hands before the penalty shootout. In the first half, they had a fight
Dest arrived in Spain to complete a transfer to Barca
Lionel Messi: I Am responsible for my mistakes. I wanted Barcelona to become stronger