logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo logo
star Bookmark: Tag Tag Tag Tag Tag
Indonesia

Capello Bicara Soal De Ligt dan Kinerja Sarri

De Ligt dinilai belum mampu menunjukkan performa terbaiknya bersama Juventus.

REPUBLIKA.CO.ID, TURIN -- Pelatih legendaris asal Italia Fabio Capello meyakini bek anyar Juventus Matthijs de Ligt bakal lebih menikmati awal yang menyenangkan seandainya ia bermain bersama Giorgio Chiellini. Meski begitu, ia tetap memuji kualitas bek berpaspor Belanda tersebut.

Sejak didatangkan dari Ajax Amsterdam musim panas kemarin, De Ligt dinilai belum mampu menunjukkan performa terbaiknya bersama Juventus. Bahkan, sang pemain kerap melakukan kesalahan saat mengantisipasi bola di dalam kotak penalti Bianconeri.

"Kita perlu memberikannya waktu. Mungkin di musim pertamanya di Serie A ia perlu menemukan sosok tandem yang tepat seperti Chiellini," ujar Capello dilansir Football Italia, akhir pekan lalu.

Juve mendaratkan eks kapten Ajax dengan ongkos mahal 75 juta euro. Kehadirannya, dianggap sebagai regenerasi lini belakang Si Nyonya Tua. Menjalani kiprah di negeri orang dan dengan usia yang terbilang muda, De Ligt tentu harus beradaptasi lebih dahulu dengan sepak bola Italia.

Namun, cedera Chiellini setelah pertandingan pekan pertama Serie A membuat De Ligt langsung masuk ke dalam skuat utama Juventus. Ia pun berpasangan dengan Leonardo Bonucci di jantung pertahanan tim. "Di samping itu semua, De Ligt memiliki kualitas luar biasa," sambung eks pelatih AC Milan.

Lebih lanjut, Capello berbicara tentang kinerja apik pelatih Juve Maurizio Sarri. Katanya, bekas juru taktik Napoli dan Chelsea itu mengetahui bagaimana menempatkan tim di situasi yang tepat.

"Dalam beberapa bulan terakhir saya terkesan dengan manajemennya karena dia tidak ingin memaksakan idenya dengan segala cara, tetapi dia mencari kompromi antara filosofinya dan karakteristik pasukannya," jelas Capello.

Themes
ICO