Indonesia

Cegah Hoax soal Vaksin, Pakar Minta Masyarakat Pahami KIPI

Jakarta -

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sering sekali menjadi alasan utama penolakan vaksin di masyarakat. Adapun hal ini biasanya disebabkan oleh ketidakpahaman, kesalahan dan kekeliruan informasi yang menyebar dengan cepat terkait KIPI.

Aktivis Yayasan Orangtua Peduli dr. Endah Citraresmi memaparkan ada banyak faktor penyebab terjadinya, namun biasanya efek yang dihasilkan selalu ringan.

Umumnya, KIPI diakibatkan oleh reaksi suntikan yang menimbulkan bengkak atau nyeri. KIPI juga bisa terjadi lantaran adanya faktor kebetulan akibat hal lainnya yang berbarengan dengan program vaksinasi.

"Atau bisa juga reaksi suntikan tidak langsung, seperti banyak anak yang jadi ketakutan, histeris, akibat divaksin, apalagi kalau dipaksa-paksa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2020).

Hal ini ia sampaikan dalam Webinar KPCPEN bertema 'Disinformasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi', Jumat (23/10).

Endah menambahkan reaksi KIPI lain yang biasanya ditemukan saat vaksin adalah demam. Ia menjelaskan kondisi demam merupakan reaksi inflamasi dari vaksin yang sedang diproses oleh. Dengan demikian, demam setelah imunisasi merupakan reaksi yang normal dan tidak aneh.

Di sisi lain, Praktisi Literasi Digital dan Pendiri Akademi Berbagi Ainun Chomsun mengingatkan agar masyarakat lebih cermat dalam menyaring informasi terkait vaksin dan KIPI.

Ia mengatakan masyarakat dapat mencari informasi terkait KIPI dari lembaga yang kredibel seperti Kementerian Kesehatan.

"Setelah itu, cari di media, tiga media besar pasti akan menuliskan kalau itu memang penting dan berdampak akan hajat hidup orang banyak," paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika terdapat informasi dari sumber yang belum jelas yang tidak bisa ditemukan di media, masyarakat diharapkan untuk menahan diri dan tidak menyebarkan informasi tersebut ke orang lain. Pasalnya, informasi yang salah dapat berdampak negatif dan merugikan orang lain.

"Satu-satunya yang bisa mencegah hoaks adalah diri kita sendiri. Cukup berhenti di diri kita," pungkasnya.

(mul/ega)

Football news:

Frank Lampard: we need to win against Rennes - then we can rest the players
Leganes can rent Braithwaite. Barcelona bought him out for 18 million euros 9 months ago
In England, fans will be returned to stadiums from December - up to 4 thousand people for the match
Chelsea are ready to let Giroud go this winter
Pique after Real Madrid played a season in Portugal and one and a half years without football. At 32, he was back again-until enough time
Clement Langle: Yes, Barcelona can win La Liga. We need to turn the situation around
Anton Mitryushkin: it is Clear that Golovin is the leader of Monaco, leading everyone