Indonesia

Cegah Klaster Covid-19, MK Diminta Pertimbangkan Putusan PSU

JawaPos.com – Pakar epidemilogi Dicky Budiman mengharapkan, Mahkamah Konstitusi (MK) dapat memikirkan ulang jika harus memutus sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilkada Serentak 2020 dengan putusan pemilihan suara ulang (PSU). Hal ini karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang angka penularannya makin tinggi.

“Kita ini udah serius banget (masalah pandemi), jadi kalau ada keputusan pemilihan suara ulang itu harus dipikirkan lagi dampaknya terhadap sebaran wabah. Bisa-bisa jadi klaster baru,” kata Dicky dikonfirmasi, Minggu (24/1).

MK dijadwalkan akan menggelar sidang sengketa Pilkada pada Selasa (26/1) mendatang. Karena itu, lembaga konstitusi diharapkan bisa mempertimbangkan situasi pandemi Covid-19.

Dicky tak memungkiri, Pilkada serentak yang dilaksanakan dalam kurun waktu September hingga Desember 2020 kemarin cukup berdampak pada penyebara Covid-19.

“Dampaknya saja masih sangat panjang, ini baru dampak awal, yang terburuk belum terlihat akibat pilkada,” cetus Dicky.

Dicky mengharapkan, pertimbangan potensi munculnya klaster baru akibat pemilihan suara ulang (PSU) harus dipikirkan. Sehingga hal ini perlu diantisipasi.

“Harusnya ditunda, kecuali kita mau makin terpuruk,” tandas Dicky.

Baca Juga: Banyak Pemula Kejeblos Main Saham, DPR Minta BEI dan OJK Rajin Edukasi

Baca Juga Diantarkan Para Senior dan Juniornya, Listyo: Ini Bukti Polri Solid

Baca Juga: Jadi Calon Tunggal Kapolri, Komjen Listyo Pilih Tak Banyak Bicara

Sebelumnya, MK menyatakan telah menerima 136 permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada 2020 hingga Senin (21/12). Gugatan PHPU Pilkada 2020 ini paling banyak terkait pemilihan Bupati.

Sekretaris Jenderal MK, Guntur Hamzah menegaskan, MK sebagai lembaga peradilan memastikan akan menegakkan integritas sebagai kata kunci. Hal ini dalam menghadapi PHPU Pilkada Serentak 2020.

“Integritas memang mudah kita ucapkan, tetapi tidak mudah diimplementasikan. Karena setiap hari ujian-ujian integritas dapat hadir. Karena itulah, siapa yang berani, bisa menepis ujian integritas, maka dialah yang lulus sebagai seorang yang bisa menjaga integritasnya,” tegas Guntur, Jumat (22/1).

Football news:

Sociedad coach on the draw with Real Madrid: If we had scored 2-0, everything would have been different. Fair result
Only Raul and Casillas were younger than Vinicius when they played their 100th match for Real Madrid
Zidane on the draw with Sociedad: We lost two points. We had obvious moments in the first half
Wolverhampton defender Kilman is ready to play for the Ukrainian national team. Earlier it was reported that he can choose Russia
Pochettino on the new remontade with Barca: In football, even the unthinkable is possible, but we are positive
Real Madrid snapped a 5-game winning streak with a draw with Sociedad
Neymar is likely to miss the Barcelona game. PSG don't want to take any chances