Indonesia

Cerita Megawati Kerap Dicap Komunis dan Pernah Dilitsus Tentara

Merdeka.com - Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bercerita dirinya kerap di cap sebagai komunis. Awalnya, Megawati bercerita kala dirinya diundang Presiden China Xi Jinping saat ulang tahun partai komunis China.

"Saya diundang sama Presiden Xi Jinping ulang tahun partai komunisnya untuk memberikan sambutan, itu partai komunis RRC kalau nanti saya bilang gini 'nah betul enggak Bu Mega itu kan komunis'," ujar Megawati saat orasi ilmiah usai diberikan gelar profesor kehormatan di Unhan RI, Jumat (11/6).

Megawati mengungkapkan, dirinya kerap dianggap sebagai komunis. Cap komunis itu, kata dia, sudah di stempel kepada sejak jadi anggota DPR.

"Saya kan selalu dibilang begitu kan, sampai waktu saya jadi anggota DPR saja sudah di stempel itu," ujar Presiden RI kelima ini.

Megawati kemudian bercerita ketika dirinya dilakukan penelitian khusus (litsus) saat masa orde baru. Namun, ternyata dirinya bukanlah komunis.

"Jadi saya bilang yang komunis itu yang waktu itu, saya di litsus. Jadi saya bilang yang komunis itu yang litsus itu, tentara loh, ada Kolonel sama tiga Mayor, kalau saya enggak salah, kok saya lolos. Kan membingungkan kan kalau mengatakan saya komunis saya komunis," pungkasnya. [eko]

Football news:

Scotland coach Clarke: There were a lot of good moments during the group stage, but no points scored
England are the most boring group winners in history. Two goals were enough! And at the World Cup, the Italians once became the first even with one
Dalic - to the fans after reaching the Euro playoffs: You are our strength, and we will be your pride
Modric became the youngest and oldest goalscorer in Croatia at the Euro
Czech Republic coach Shilgava: We came out of the group and fought with England for the first place. We got what we wanted
Gareth Southgate: England wanted to win the group and continue to play at Wembley-and it succeeded
Luka Modric: When Croatia plays like this, we are dangerous for everyone