Indonesia

Diobservasi di Natuna, Mahasiswi Bengkulu : Tiap Pagi dan Malam Diperiksa Kesehatan

BENGKULU – Sinta Destiana Putri, mahasiwi asal Bengkulu telah pulang ke rumahnya setelah menjalani observasi selama 14 hari di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Perempuan kelahiran Bengkulu, 16 Desember 2000 itu tiba di Kota Bengkulu bersama rekannya, Rapiska, pada Minggu (16/2/2020) pagi. Ia pulang menggunakan salah satu maskapai dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, tujuan Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

Selama 14 hari diobservasi, Sinta dan rekan-rekannya selalu diberikan asupan makanan yang enak dan bergizi. Tidak hanya makanan, snack pun rutin diberikan kepada warga yang diobservasi.

''Makan kami di sana 3 kali sehari, pagi habis olahraga, siang, dan malam. Sebelumnya juga diberikan makanan ringan berupa snack,'' ucap anak bungsu dari 3 bersaudara ini, saat ditemui Okezone di rumahnya, Minggu (16/2/2020).

Mahasiswi Asal Bengkulu Sinta Destiana Putri tunjukkan keterangan sehat saat ditemui di rumahnya (foto: Okezone/Demon Fajri)

Selain makanan, fasilitas lengkap, terang Sinta, seluruh warga Indonesia yang diobservasi setiap hari selalu diperiksa kesehatan berupa pemeriksaan suhu badan, dua kali dalam sehari. yakni, pada pagi dan malam.

''Kalau pemeriksaan kesehatan setiap hari, pada pagi dan malam,'' ucap Sinta.

Petugas di lokasi observasi, terang Sinta, memberlakukan sangat baik. Di mana petugas selalu mengingatkan untuk selalu cepat tidur saat malam hari. Hal tersebut dilakukan selama masa observasi.

''Kami juga selalu diingatkan untuk cepat tidur,'' kata Sinta.

Baca Juga : Pulang dari Natuna, Mahasiswi Asal Bengkulu Dianjurkan 14 Hari di Rumah

Dengan fasilitas yang diberikan tersebut, Sinta sangat berterima kasih kepada pemerintah, Presiden RI, Joko Widodo, Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Beijing, TNI-AU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta petugas di lokasi observasi.

''Saya sangat berterima kasih, atas semua yang telah diberikan selama masa observasi hingga tiba di rumah dalam keadaan sehat,'' tutur Sinta.

Baca Juga : Cerita Mahasiswa Asal Bogor saat Terisolasi di Wuhan

(erh)