Indonesia

Dokter Sedih Lihat Presenter tak Pakai Masker Saat Siaran

Presenter harus menjadi figur teladan yang memberikan contoh memakai masker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatologi, Norman Zainal, menyampaikan kritikannya terkait sejumlah presenter televisi maupun narasumber yang tak mengenakan masker saat siaran. Padahal selama ini di lapangan razia penggunaan masker massif dilakukan.

"Selama ini kan ada razia masker dan masyarakat yang tidak mentaatinya mendapatkan sanksi disuruh push up atau membayar denda. Tetapi sayangnya di media mainstream, si host atau pengisi acaranya, kemudian narasumbernya tidak memakai masker," kata Dokter Norman saat mengisi konferensi virtual Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema 'Pencegahan Covid-19: Beda Masyarakat, Beda Strategi?', Kamis (1/10).

Sebagai bagian dari tenaga medis, Zainal mengaku sedih karena media tidak bisa memberikan contoh untuk menaati protokol kesehatan. Ia meminta semua pihak dan media harus fokus terhadap penularan ini.

Apalagi, dalam sebuah acara di satu ruangan ternyata terdapat banyak orang, mungkin lebih dari dua orang. Padahal, tidak menutup kemungkinan droplet penderita Covid-19 yang juga bekerja di media ini kemudian jatuh ke lantai. Kemudian droplet penderita Covid-19 diinjak sepatu kru yang lain, atau terkena baju, dan bisa menular ke yang lain.

"Jadi sebagai tenaga medis, saya minta pemimpin tertinggi media atau Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), bahkan presiden supaya menginstruksikan bahwa semua harus pakai masker," katanya.

Menurutnya, media tidak akan mati kalau pegawainya termasuk pembawa acara memakai masker. Menurutnya, penurunan kasus Covid-19 bisa diminimalisasi jika terjadi perubahan perilaku masyarakat yaitu masyarakat yakin ada bagian tubuh badannya yang seakan menjadi aurat wajib ditutup yaitu mulut dan hidung.

Ia juga menganjurkan adanya figur teladan yang memberikan contoh memakai masker. Sebab, dia melanjutkan, masyarakat Indonesia masih paternalistik yang melihat tokoh panutannya.  

"Kita juga perlu edukasi tokoh panutan atau leader ini bagaimana memberikan keteladanan yang baik," katanya.

Yang juga tak kalah penting, Norman melanjutkan, adalah penegakan hukum dan regulasi mengenai masalah ini.

Football news:

The Cagliari goalkeeper was brought to the house of the Russian mafia boss because of the debt of his teammates. Wild prank on Italian TV
Gareth Bale: I want to be loved and appreciated. I will give my all for Tottenham
Eugene Giner: I don't see the point in inviting Messi to the RPL. Let's first make the League at least at the level of Spain
Pique agreed to a 50% pay cut at Barcelona until the end of the season
Ex-Rostov defender Bashtush moved from Lazio to Saudi al-ain
Schwartz about Dynamo: The impression of the training base is excellent
Metz forward Gyan is the best player in Ligue 1 in September. He is the leader of the goalscoring race