Indonesia

Dua Kurir Sabu Seberat 22 Kg Dituntut Penjara Seumur Hidup

Merdeka.com - Dua terdakwa kurir sabu, Sandu Ekowardo (28) dan Sayadi (50) dituntut seumur hidup penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) menilai keduanya terbukti melakukan pelanggaran Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan tuntutan hukuman seumur hidup penjara kepada terdakwa," ungkap JPU Imam Murtadlo dalam persidangan virtual di Pengadilan Negeri Kelas I A Palembang, Senin (10/8).

Sesuai mendengar tuntutan, kedua terdakwa keberatan dan mengajukan nota pembelaan yang bakal dibacakan pada sidang selanjutnya. Penasihat hukum kedua terdakwa, Triyasa Aulia menilai tuntutan itu terlalu besar bagi kliennya, terlebih upah yang dijanjikan oleh pemilik sabu belum diterima.

"Kedua klien saya hanya kurir, bukan pemakai, lagi pula mereka belum terima upahnya. Hakim mestinya memberikan keringanan hukuman," kata dia.

Dalam fakta persidangan, kedua terdakwa yang merupakan warga Palembang ditangkap Ditres Narkoba Polda Sumsel saat berada di Jalan Noerdin Pandji, Sukarami, Palembang, 27 Februari 2020. Saat mobil digeledah, petugas menemukan 22 kg sabu dalam kemasan teh China Guan Yin Wang. Mereka membawa barang terlarang itu dari Aceh tujuan Palembang. [ded]

Football news:

Ole Gunnar Solskjaer: De Gea saved us for years, Henderson did the same today. Lingard played well
The semed said goodbye to Barcelona: Thank you for the opportunity to realize the dream. Eternally grateful
Juve have leased Morata from Atletico for 10 million euros with the right to buy out for 45 million
Barcelona and Atletico have agreed a move for Suarez (Fabrizio Romano)
At the 1950 world Cup, Amateurs from the United States beat England. The coach of the Americans compared their players to sheep, and the author of the winning goal went missing
Dan Henderson made his debut for Manchester United at the age of 23. He made 141 appearances on loan
Shaka Hyslop: Many black players do not see the point in coaching courses, believing that they will not be called for an Interview