Indonesia

Efesiensi Kata, Tuntunan Rasulullah untuk Orang yang Beriman

Rasulullah SAW menganjurkan untuk efesiensi kata semanfaat mungkin.

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah kata mempunyai arti dan ibarat layaknya senjata tajam. Lewat kata, manusia dapat meneguk penghormatan ataupun kebahagiaan.

Namun sebaliknya, dengan kata pula, manusia dapat terjerembab dalam lubang nista yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Oleh karenanya, sebagai manusia beriman, kita dituntut untuk menjaga kata yang keluar dari mulut kita.

Pepatah mengatakan, 'mulutmu, harimaumu'. Selain menjaga, manusia juga dituntut untuk memanfaatkan kata-katanya, tentu hanya dengan mengeluarkan kalimat yang bermanfaat. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: 

من حُسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه

''Sesungguhnya di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.'' (HR Tirmidzi).

Perkara yang tidak bermanfaat banyak ragamnya, bisa berupa perkataan atau perbuatan yang haram, makruh, atau perkara yang mubah yang kecil manfaatnya. Oleh karena itu, kita dituntut untuk selalu mengucapkan kata-kata yang mengandung manfaat dan menghindarkan diri dari kesalahan.

Jika meragukan, sebaiknya diam. Rasulullah SAW bersabda:  

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

 ''Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia mengucapkan yang baik-baik atau diam.'' (HR Bukhari).

Di samping dituntut agar selalu berkata-kata yang kaya manfaatnya, Islam juga melarang untuk melakukan perdebatan yang dapat membangkitkan emosi, permusuhan, murka, atau menimbulkan dendam.

Hal fundamental lainnya yang dapat menjerumuskan manusia adalah melakukan percandaan yang kelewat batas. Kendati demikian, bukan berarti Islam melarang bercanda, berhumor, atau menghibur diri. Tetapi, anjuran Islam sebagai agama yang suci adalah jangan menghabiskan keseluruhan waktu hanya untuk bercanda atau membuat orang tertawa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

''Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena sesungguhnya tertawa itu dapat mematikan hati.'' (HR Ibnu Majah).

Dengan berlebihan melakukan tawa, humor, dan sejenisnya, hati kita akan tumpul dan ditakutkan terbuai oleh humorisme semata. Perbuatan-perbuatan tersebut sebaiknya dijauhkan dari kehidupan kita jika ingin menapaki kebahagiaan di akhirat. Pergunakanlah kata-kata untuk suatu yang banyak mandatangkan manfaat serta barakah. Niscaya kita akan terhindar dari kebutaan hati dan hampa pahala

Football news:

Olas on Depay and Aouar: those who do not have time to leave before October 2, will remain in Lyon
Liverpool pinned Arsenal: Robertson brought, but corrected, Jota scored the team's 400th goal in the Premier League under Klopp
Zhota about the 1st goal for Liverpool: an Incredible feeling. It's a pity the stadium wasn't full
Mikel Arteta: Liverpool is the standard that Arsenal must achieve. They are superior to us in many aspects
Leicester lead the Premier League after three rounds. Liverpool and Everton also scored 9 points
Jurgen Klopp: Roy Keane said Liverpool showed sloppy football? I want to hear it. Incredible game description
Manchester City refused to buy Coulibaly after the transfer of Dias