Indonesia

Eksepsi Brigjen Prasetijo Ditolak, Sidang Lanjut ke Pemeriksaan Saksi

JawaPos.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menolak nota keberatan atau eksepsi terdakwa pembuatan surat jalan palsu, Brigjen Prasetijo Utomo. Hakim memerintahkan jaksa penuntut umum (JPU) agar perkara tersebut dilanjutkan pada tahap pemeriksaan saksi-saksi.

“Mengadili, menyatakan keberatan penasihat hukum tidak diterima. Memerintahkan penuntut umum melanjutkan pemeriksaan perkara atas ini,” kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Sirad membacakan putusan sela di PN Jakarta Timur, Selasa (27/10).

Dalam pertimbanganya, Majelis Hakim menilai, surat dakwaan JPU telah menjelaskan secara rinci terkait perbuatan Brigjen Prasetijo dalam pembuatan surat jalan palsu untuk terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra. Hakim menyebut, nota keberatan Prasetijo tidak beralasan.

“Dakwaan penuntut umum telah merumuskan secara rinci dan tegas tentang fakta perbuatan materiel dan bagaimana terdakwa melakukan perbuatannya. Menimbang bahwa eksepsi terdakwa tidak beralasan untuk hukum,” tegas Sirad.

Dalam eksepsinya, Brigjen Prasetijo merasa keberatan didakwa membuat dokumen palsu untuk Djoko Tjandra. Mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri itu pun tidak mengakui menyuru anggotanya Dodi Jaya agar membuat surat jalan ke Pontianak untuk kepentingan Djoko Tjandra.

Sebab, hal ini terungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. “Dari narasi yang disusun Tim Jaksa Penuntut Umum tersebut, sesungguhnya Jaksa Penuntut Umum telah sangat mengetahui dan mengerti bahwa yang membuat surat jalan adalah Dodi Jaya,” kata tim kuasa hukum, Iran Sahril Siregar membacakan eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (20/10).

Iran menyebut, surat palsu yang didakwakan kepada kliennya hingga perkara ini dilimpahkan ke Pengadilan Negari Jakarta Timur barang buktinya tidak ditemukan. Dia menyebut, surat dakwaan Jaksa tidak relevan.

“Tidak ditemukan surat yang dibuat oleh Dodi Jaya dan Sri Rejeki Ivana Yuliawati sebagai barang bukti.
Sehingga pembuktian tentang adanya surat palsu yang dibuat oleh terdakwa atau oleh Dodi Jaya atau Sri Rejeki tidak akan dapat dilakukan,” pungkas Iran.

Brigjen Prasetijo didakwa melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Football news:

Gasperini on Atalanta's defeat: the Players are tired. We pay more for national team games than for the Champions League
Neymar on the draw with Bordeaux: PSG played timidly. If we don't win, it will be as difficult in Ligue 1 as in the Champions League
Real started with Alaves: stupid hand Nacho and wild pass Courtois-again defeat
20 shells of times of the Second world war found on the basis of the Roma
Zidane Ob 1:2 with Alaves: the Start of the match is the worst for Real Madrid in the season. We lack stability
A clear penalty! Oh, my God. Ramos and Carvajal on the fall of Hazard in the match with Alaves
Ex-referee Andujar Oliver: Marcelo was pulled by the hair, it was necessary to put an 11-meter shot. There was no penalty on Hazard