Indonesia

Ekspor Ilegal Tembus 170 Juta Ekor, Penyelundupan Harus Diberantas

JawaPos.com- Ekspor benih lobster alias benur masih terus menjadi polemik. DPR pun meminta pemerintah tegas dan ketat dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Jangan ada lagi pengusaha hitam yang menyelundupkan benur.

Kran ekspor benur dibuka setelah terbit Permen KP Nomor 12/2020 tentang Pengelolaan Lobster, Kepiting, dan Rajungan Anggota DPR Abdul Kadir Karding mengatakan, ekspor benur menjadi ramai, karena kebutuhan dan permintaan lobster dunia sangat tinggi. “Kebutuhan lobster dunia itu diperkirakan sampai 43 ribu ton lebih per tahun,” terang dia saat menjadi pembicara dalam diskusi dengan tema Polemik Lobster: Untungkan Rakyat atau Pengusaha? pada Kamis (16/7).

Menurut Karding, negara-negara yang menjadi tujuan atau konsumsi terbesar lobster adalah Tiongkok, Amerika Serikat, Eropa dan Hong Kong. Dengan besarnya permintaan pasar, maka tidak heran jika ekspor benur menjadi polemik di masyarakat.

Pada masa Susi Pudjiastuti menjadi menteri KKP, terang dia, ekspor benur dilarang. Namun anehnya, ekspor ilegal atau penyelundupan ke Vietnam sangat besar. “Saya mempunyai datanya lengkap dengan dokumennya,” terang dia.

Ketua Umum Keluarga Alumni Perikanan Undip (Kerapu) itu mengatakan, 80 persen benih lobster yang dibudidayakan di Vietnam berasal dari Indonesia. Padahal, ekspor benur di Indonesia dilarang. Jadi, semua proses pengiriman itu dilakukan ilegal oleh pengusaha hitam.

Namun, pusat ekspor berada di Singapura. Jadi, benur dari Indonesia tidak langsung ke Vietnam, tapi lewat Singapura dulu. Di Negeri singa itu,  benur diberi sertifikat. Menurut Karding, Vietnam tidak mau terima kalau tak ada sertifikat. “Ada dua sertifikat,  yaitu sertifikat asal dan kesehatan,” ungkap dia.

Karding mengatakan, dalam pasar gelap, benur yang dikirim bisa sampai 29 juta ekor. Itu hanya dalam sekali kirim. Dalam setahun, lanjut dia, pengiriman bisa 6 sampai 10 kali. Jika dikalikan enam, maka benur yang diekspor secara ilegal bisa mencapai 170 juta ekor. Jadi, ekspor ilegal itu sangat menguntungkan bagi para pengekspor gelap itu.

Menurut dia, dengan diterbitkannya Permen KP Nomor 12/2020 yang membolehkan ekspor benur, maka tidak boleh ada lagi ekspor ilegal. Pemerintah harus tegas memberantas penyelundup benur. “Harus diinvestigasi perusahaan mana yang selama ini menjadi penyelundup benur,” tegas dia.

Fahri Hamzah, mantan wakil ketua DPR RI yang sekarang menjadi eksportir benur mengatakan, keputusan pemerintah yang memperbolehkan ekspor benur disambut baik oleh masyarakat. “Sebab, keputusan ini yang masuk akal,” terang dia.

Menurut dia, untuk mendapat izin ekspor dari pemerintah tidak lah mudah. Banyak persyaratan yang harus dilengkapi. Pihaknya sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan pemerintah. Di antaranya, dia mendirikan dua koperasi bagi para nelayan. Yaitu, koperasi budidaya dan koperasi tangkap. (*)

Football news:

Nagelsmann about sparring with Simeone, He wants to win even on the way to the locker room. Amazing coach
Hans-Dieter flick: Messi is by far the best player in the world in recent years. It cannot be compared with Levandovsky
Whether he can challenge the appointment of a Dutch referee for the match against city. If the English win, Ajax will be in the Champions League group
Bruno Fernandes: Winning the Europa League will be important for next season. Manchester United wants to win the Premier League
Leipzig midfielder Adams to PSG: we are confident
Keylor Navas may miss the match against Leipzig due to a hip injury
Chelsea plans to buy rice. West ham demand more than 80 million pounds for the prop