Perang dagang itu intinya mementingkan produk-produk dalam negeri. Itu menjadi tantangan pemerintahan ke depan

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menilai bahwa salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah Presiden Joko Widodo dan KH. Maruf Amin untuk tahun pertama adalah meningkatkan produk lokal menghadapi ancaman perang dagang.

"Perang dagang itu intinya mementingkan produk-produk dalam negeri. Itu menjadi tantangan pemerintahan ke depan," Ahmad Riza Patria di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat.

Maka itu, lanjut dia, perlu keberpihakan pemerintah untuk mendorong penyerapan produk dalam negeri, tak hanya soal akses permodalan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tapi juga dalam bentuk pelonggaran nilai pajaknya.

Baca juga: BI: Perang dagang yang berkelanjutan gerus pertumbuhan investasi RI

"Perlu ada keberpihakan untuk produk dalam negeri, salah satunya berupa insentif pajak yang ringan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan saat ini kita berada dalam dunia baru dunia yang jauh berbeda dibanding era sebelumnya.

"Globalisasi terus mengalami pendalaman yang semakin dipermudah oleh revolusi industri jilid ke 4," kata Presiden Jokowi dalam Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Ia menambahkan persaingan semakin tajam dan perang dagang semakin memanas. Antar negara berebut investasi, antar negara berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut orang-orang pintar.

"Antarnegara memperebutkan talenta-talenta hebat yang bisa membawa kemajuan bagi negaranya," katanya.

Baca juga: Perang dagang memanas, modal asing masuk RI capai Rp179,6 triliun
Baca juga: Wapres: ancaman terbesar Indonesia bukan lagi perang fisik


 

Rachmawati: Partai Gerindra sebaiknya berada di luar pemerintahan

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019